Soal Covid-19 di DKI, Anies Baswedan Singgung Perang Uhud

Minggu, 01 Agustus 2021 – 17:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal tentara Islam pada Perang Uhud yang kalah karena tidak sabar.

Hal itu disampaikan Anies saat menjelaskan kondisi saat ini pandemi COVID-19 di Jakarta yang sudah mulai terkendali.

BACA JUGA: Anies Baswedan: Anda Bisa Divaksin di Mana dan Kapan Saja

"Kalau yang muslim punya pengalaman tentang Perang Uhud, sudah mau menang, tetapi enggak tahan, apa yang terjadi, kekalahan karena tidak tahan untuk tabah sebelum prosesnya tuntas," kata Anies di Polda Metro Jaya, Minggu (1/8).

Mantan Mendikbud itu menyebut, kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di Jakarta mencapai 94-95 persen di pertengahan Juli 2021, tetapi sekarang sudah menurun hingga mencapai 70 persen.

BACA JUGA: Anies Baswedan Mengungkap Data, Rakyat Indonesia yang Ogah Divaksin Wajib Baca

Namun, kata Anies kondisi saat ini belum bisa dikatakan aman.

Menurut dia, dikatakan aman ketika BOR sudah menurun hingga di bawah 60 persen.

BACA JUGA: Irjen Fadil Imran Berikan 166 Tabung Oksigen Sitaan Kepada Anies Baswedan

"Jadi kami ingin semuanya jangan kendur," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies mengatakan, kemungkinan warga mengalami gejala berat saat terpapar COVID-19 makin kecil bila sudah divaksinasi.

Anies menegaskan, warga yang sudah mendapatkan vaksinasi memang tidak menutup kemungkinan tetap tertulari COVID-19.

Namun, risiko penularannya makin kecil bila sudah divaksinasi.

"Saya berikan analogi, kami mewajibkan (pengendara) kendaraan roda dua mau pergi ke jalan raya boleh, tetapi pakai helm. Apakah helm menghindari kecelakaan? Tidak. Apakah helm membuat orang pasti aman naik motor? Tidak," ujar Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyatakan, bila warga ingin tetap melakukan mobilitas, maka harus mematuhi protokol kesehatan layaknya mengendarai motor tetap mematuhi peraturan lalu lintas. (cr3/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler