Soal Kasus Perundungan, Binus School Serpong Sampaikan 4 Fakta Penting

Rabu, 21 Februari 2024 – 19:20 WIB
BINUS School Serpong. Foto Dok Binus School

jpnn.com, SERPONG - Kasus perundungan yang menimpa siswa Binus School Serpong menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Hubungan Masyarakat BINUS SCHOOL Education, Haris Suhendar menuturkan pihaknya menghargai simpati publik yang begitu tinggi dalam insiden kekerasan terhadap siswa Binus School Serpong.

BACA JUGA: Bullying oleh Siswa Sekolah Elite Binus School Serpong, Prof Zainuddin Prihatin

"Kejadian ini sangat berat bagi korban dan orang tua korban, dan tentunya juga membawa keprihatinan yang mendalam dari seluruh komunitas sekolah. Doa dan dukungan kami terus tertuju untuk korban dan keluarga," ujar Haris.

Binus School menegaskan pihaknya menerapkan Zero Tolerance Policy terhadap tindakan kekerasan, baik secara fisik, psikis maupun emosional.

BACA JUGA: Asuransi Jasindo Beri Perlindungan Peluncuran Satelit Merah Putih 2

Haris juga menekankan Binus School mengecam segala bentuk kekerasan, baik di dalam maupun luar sekolah, yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.

Dalam menghadapi insiden seperti ini, pihak sekolah memprioritaskan perhatian dan segala upaya untuk mendukung pemulihan korban secara fisik, psikis maupun emosional, serta seluruh murid sekolah yang ikut terdampak.

BACA JUGA: Perundungan di Binus School Serpong Terjadi 2 Kali, Begini Penjelasan Polisi

“Sekali lagi kami menekankan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan segala bentuk kekerasan. Fokus utama sekolah saat ini adalah untuk memberikan dukungan dan pendampingan yang dibutuhkan oleh korban dan keluarga," tegasnya.

“Sebagai Home for Learning, kami berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh murid kami sehingga dapat tumbuh bersama menjadi individu yang lebih baik," imbuh Haris.

Berikut beberapa fakta yang disampaikan BINUS SCHOOL Serpong terkait insiden tersebut:

  1. Insiden kekerasan yang dialami oleh siswa kami dilakukan oleh sejumlah siswa lainnya, yang terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam sekolah.
  2. Setelah mengetahui insiden tersebut, pihak sekolah melakukan investigasi secara intensif. Seluruh siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sudah tidak menjadi bagian dari komunitas BINUS SCHOOL. Sejumlah siswa lain yang turut menyaksikan kejadian tersebut tanpa melakukan tindakan pencegahan maupun pertolongan juga telah mendapatkan sanksi disiplin keras.
  3. Mengingat insiden ini telah berada di ranah hukum, kami berkomitmen untuk kooperatif membantu segala proses investigasi dari pihak berwajib.
  4. Menyadari bahwa insiden ini melibatkan anak-anak di bawah umur, kami memohon pengertian dari seluruh publik terhadap posisi sekolah untuk tidak membagikan detail terkait privasi baik korban maupun semua yang terlibat dalam insiden ini.(chi/jpnn)

Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler