Soal Keikutsertaan Atlet Transgender, Federasi Akuatik dan Rugbi Menolak, BWF & FIFA?

Jumat, 24 Juni 2022 – 03:00 WIB
Federasi Bulu Tangkis Dunia BWF sedang mengkaji persoalan keikutsertaan atlet transgender. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Federasi Bulu Tangkis Dunia BWF mulai mengkaji dan membantu mengambil keputusan berbasis bukti terkait kebijakan atlet transgender.

BWF mengikuti kebijakan pemerintah Inggris untuk membahas masalah transgender, baik di turnamen tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA: Atlet Transgender Berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2020, Begini Penjelasan IOC

"Hanya, kami memahami rekomendasi terkini dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan memulai riset spesifik dan penilaian untuk mendapatkan pengambilan keputusan berbasis hasil yang relevan di bulu tangkis yang adil bagi semua pihak," kata BWF sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis (23/6).

Pihak yang pro terhadap transgender menyatakan tidak banyak studi untuk mempelajari dampak transisi gender terhadap performa fisik. Selain itu, atlet-atlet elite memiliki kemampuan fisik yang berbeda.

BACA JUGA: Hubbard Siap Jadi Atlet Transgender Pertama di Ajang Olimpiade, Siapa Dia?

BWF menjadi federasi olahraga berikutnya yang memulai kajian kebijakan tersebut. 

Sebelumnya, akhir pekan lalu, berdasarkan hasil pemungutan suara di Federasi Akuatik Dunia FINA, atlet transgender pria ke perempuan dilarang mengikuti kompetisi nomor putri.

BACA JUGA: Lifter Transgender Laurel Hubbard Isyaratkan Pensiun Setelah Olimpiade Tokyo

Federasi Sepak Bola Dunia FIFA dan Federasi Atletik Dunia World Athletics juga sedang melakukan kebijakan serupa.

Sementara itu, IOC telah mengeluarkan aturan soal masalah tersebut. Selain itu, memberikan wewenang keputusan akhir kelayakan penampilan atlet-atlet transgender kepada setiap federasi olahraga.

Namun, IOC menyatakan, sampai saat terbukti sebaliknya, atlet tidak boleh dianggap memiliki keuntungan kompetitif atau tidak proporsional karena jenis kelamin mereka, penampilan fisik, atau status transgender.

Soal atlet transgender, Presiden World Athletics Sebastian Coe menyatakan pihaknya akan berpihak pada keadilan. ''Bagi saya, itu tidak bisa dinegosiasikan,'' ujarnya.

Partisipasi atlet transgender dalam kompetisi putri sudah dilarang oleh liga rugbi pada Selasa (21/6), sedangkan otoritas balap sepeda dunia UCI mengetatkan aturan partisipasi atlet transgender pekan lalu.

Federasi olahraga hoki, triatlon, dan dayung saat ini mulai mengkaji partisipasi atlet transgender. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler