Soal Kurikulum 2013, DPR Sarankan Anies Temui M Nuh

Senin, 08 Desember 2014 – 15:20 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar, Anies Baswedan menghentikan penerapan Kurikulum 2013 (K-13) terus mengundang kritik. Salah satu kritik datang dari Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, semestinya Anies sebelum memutuskan penghentian K-13 terlebih dulu membicarakannya dengan menteri pendidikan sebelumnya, M Nuh. Alasan Fahri, kebihakan K-13 sudah dibahas matang di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk dengan melibatkan DPR.

BACA JUGA: K-13 Ibarat Makanan Busuk

"Sebaiknya menterinya juga ketemu mantan menterinya SBY. Jangan sampai kebijakan yang dibikin kabinet SBY dimentahkan. Seperti kurikulum, ini kan sudah dibahas periode DPR lalu," kata Fahri di DPR, Jakarta, Senin (8/12).

Menurut politikus PKS itu, persiapan K-13 sudah dilakukan lewat perdebatan yang alot selama dua tahun dan melibat seluruh pemangku kepentingan. Karenanya, lanjut Fahri, kebijakan di bidang pendidikan yang dijalankan era Presiden SBY itu sudah dilakukan dengan pertimbangan matang.

BACA JUGA: Balik ke KTSP, Beli Buku Mahal

Fahri pun meminta Anies tidak begitu saja mementahkan kebijakan era Presiden SBY. Sehingga, ada baiknya Anies dan M Nuh bertemu membicarakan dasar pemikiran masing-masing terkait K-13, agar kebijakan yang sudah dirancang selama dua tahun tidak dimentahkan dalam waktu dua bulan.

"Hargailah di bidang apapun. Saya saya lihat ada perbedaaan pandangan dari Anies dan Nuh. Persperktif Anies lebih prosedur evaluasi implementasi. Tapi tidak boleh merusak konten yang sudah dibuat matang-matang. Jangan kepengin kelihatan gagah, kan sudah berkuasa jadi gak perlu pencitraan lagi. Hormati dong Pak SBY,“ tegasnya.(fat/jpnn)

BACA JUGA: Kurikulum 2013 Disetop, Koreksi Warisan Buruk M Nuh

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Surabaya Lanjutkan Kurikulum 2013


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler