Soal Ordal di Rekrutmen Petugas Haji, Anies Mendorong Adanya Transparansi

Jumat, 09 Februari 2024 – 21:58 WIB
Capres nomor urut 01 Anies Baswedan di GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (7/2). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Capres RI Anies Baswedan mengatakan fenomena orang dalam alias ordal dalam rekrutmen petugas haji terjadi karena minimnya transparansi.

Dia pun mendorong diterapkannya transparansi agar ada pengawasan dalam prosesnya.

BACA JUGA: Anies Janjikan Lawan Ordal di Rekrumen Petugas Haji dengan Meritokrasi

"Sudah saatnya ini dibuka menjadi transparan," kata dia saat menjadi narasumber di dialog Semua Bisa Haji, Kamis (8/2).

Anies mengatakan kalau lawan dari transparansi adalah manipulasi. Maka untuk menghindari terjadinya manipulasi rekrutmen Petugas Haji, informasinya mesti dibuka ke publik.

BACA JUGA: Kritik Civitas Academica ke Jokowi Dinilai Sengaja Diatur untuk Ganggu Prabowo-Gibran

Sebelumnya, salah seorang peserta dialog menyinggung soal ketentuan Petugas Haji ada perubahan di mana bisa merekrut Non-ASN.

Namun, hal itu justru menjadi celah bahwa untuk terlibat sebagai Petugas Haji mengandalkan koneksi di dalam instansi terkait.

BACA JUGA: Wahai Jokowi, Dengarlah Pernyataan Ganjar Ini: Esok Dele, Sore Tempe

"Ketika dibuka transparan siapa yang bertugas, potensinya apa latar belakangnya apa, maka publik akan mengawasi," tutur Anies menanggapi.

Eks Mendikbud RI itu mengatakan fenomena ordal ini memang menjadi masalah. Anies pun berkomitmen memberantasnya dengan menerapkan meritokrasi.

"Kita bawa mengembalikan perubahan dari koneksi ke meritokrasi," ucapnya.

Menurut Anies, dengan menerapkan meritokrasi rekrutmen Petugas Haji maka memberikan kesempatan yang adil bagi semuanya.

"Kesempatan itu diberikan ke siapa pun, kepada mereka yang berprestasi bukan kepada mereka yang punya koneksi. Ini kita kembalikan," tuturnya.

Anies mengaku pernah merasakan pengalaman yang janggal ini ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia menyebutkan pernah mempertanyakan beberapa hal kenapa bisa ada petugas haji yang tidak kompeten.

"Saya merasakan itu ketika di DKI, petugas haji yang mayoritas, fine. Tetapi selalu ada Petugas Haji yang kalau kita baca bisa apa enggak jadi petugas haji. Ada pernyataan bisa enggak jadi petugas haji? Iya, iya, masuk kok bisa?" tuturnya.

Dia lantas menyinggung soal pengawasan. Anies mencontohkan proses rekrutmen siswa di sekolah di Jakarta yang menjadi rapi karena adanya pengawasan.

"Kami merekrut siswa sekolah di Jakarta menjadi rapi, bukan diawasi oleh negara, tetapi diawasi oleh seluruh orang tua dari Jakarta," katanya.

Hal tersebut tercipta karena tingginya tingkat pengawasan orang tua. Jika melihat kejanggalan dapat melaporkan.

"Yang membuat rapi, kenapa? Karena seluruh orang tua lihat, kalau ada yang aneh-aneh, kami lapor," ucapnya.

Oleh karena itu, Anies menegaskan kembali kalau persoalan ordal ini akan dituntaskan.

"Mudah-mudahan nanti apa yang disampaikan. Bisa kita bereskan," katanya.(*/jpnn.com)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler