Soal Pemecatan Kader Demokrat, Ferdinand Hutahaean: Itu Urusan Internal Partai

Selasa, 23 Februari 2021 – 10:20 WIB
Ferdinand Hutahaean sebut pemecatan kader Partai Demokrat adalah urusan internal parpol. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapan terhadap pemecatan kader Partai Demokrat yang menyuarakan Kongres Luar Biasa (KLB). 

Menurut Ferdinand, pemecatan tersebut merupakan hak organisasi Partai Demokrat (PD) dan menjadi urusan internal partai berlogo bintang mercy tersebut.

BACA JUGA: Waduh, Ada yang Berani Sebut SBY dan Keluarganya Pengkhianat Partai Demokrat

Dia menjelaskan, pemecatan adalah hal yang wajar, sepanjang mengikuti mekanisme yang di atur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Namun demikian, Ferdinand menyebutkan apabila pemecatan tersebut tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pemecatan tersebut bisa digugat secara tata usaha.

BACA JUGA: Survei: 44,7 Persen Konstituen Partai Demokrat Puas dengan Kinerja Jokowi

"Bisa digugat keabsahannya untuk dibatalkan secara tata usaha, karena AD/ART partai terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM. Jadi tunduk pada aturan-aturan yang berlaku terkait partai politik," terang Ferdinand Hutahaean saat dihubungi JPNN.com, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut, mantan Jubir Direktorat Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ini menjelaskan, kebijakan pemecatan terhadap kader PD tersebut mempunyai risiko politik yang menunjukan kondisi PD yang tidak kondusif.

Ferdinand menyebutkan bukan tidak mungkin kader yang dipecat dari Partai Demokrat akan lebih lantang mengajak kader-kader yang lain untuk mendukung KLB.

"Mungkin kader-kader yang dipecat itu justru akan semakin bersemangat mengajak kader yang lain untuk melakukan KLB. Meski tak mudah, tapi opini politiknya akan negatif," jelas Ferdinand.(mcr8/JPNN)


Redaktur & Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler