Soal Polemik Impor Beras, Rektor IPB: BPS Bisa Sampaikan Data Akurat

Selasa, 27 Desember 2022 – 15:55 WIB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menilai impor beras harus dilihat secara detail melalui otoritas data pada Badan Pusat Statistik (BPS). Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menilai impor beras harus dilihat secara detail melalui otoritas data pada Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal tersebut diungkapkan Arif dalam Webinar Majelis Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) berjudul polemik beras di akhir tahun.

BACA JUGA: Bapanas: Impor Beras Untuk Memperkuat Cadangan yang Dimiliki Pemerintah

Dia menyebut, data menjadi penting karena berkaitan langsung dengan seberapa besar kebutuhan masyarakat dan kekuatan pangan Indonesia.

"Kami sudah memiliki satu kebijakan bahwa ada sumber data hanya satu, yaitu yang mempunyai otoritas adalah BPS bisa menyampaikan data-data akurat, sehingga apakah perlu impor apakah tidak," kata Arif Selasa (27/12).

BACA JUGA: Keputusan Impor Beras Sangat Berbahaya

Menurut Arif, kebijakan dan keputusan harus berdasarkan data yang akurat.

Karena itu, diperlukan rujukan dan sumber utama dalam setiap mengambil keputusan.

BACA JUGA: Cara Kementan Mendukung Kedaulatan Pangan

"Karena data ini menjadi sumber untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat, keputusan tepat, maka datanya juga harus tepat," katanya.

Disisi lain, Arif mengajak semua rektor di seluruh Indonesia agar memiliki komitmen penuh dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah itu perlu dilakukan mengingat semua negara di dunia tengah menghadapi situasi sulit akibat berbagai dinamika krisis global.

Oleh Sebab itu, kata Arif, peran rektor perlu dioptimalkan karena merupakan ujung tombak bagi kemajuan pertanian Indonesia melalui bidang-bidang pendidikan.

"Kebetulan saya pribadi oleh menteri pendidikan mengkoordinir para rektor untuk bergerak bagaimana perguruan tinggi di Indonesia harus sudah mulai bergerak fokus pada menciptakan ketahanan pangan," ungkapnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum ICMI itu mengatakan dunia pendidikan harus menjadi jembatan bagi tiap inovasi yang dihasilkan berbagai lembaga riset nasional.

Pendidikan juga harus siap mengakomodir perkembangan baru yang bisa meningkatkan produktivitas.

"Sekarang ini menjadi sumber-sumber ataupun learning center pusat pembelajaran baru di kalangan petani yang diharapkan bisa menjadi jembatan inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga reset nasional," kata Arif. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gerak Cepat, Kementan Sosialisasikan Genta Organik di Lampung


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler