Soal UN Jokowi Diminta Dianulir

Selasa, 15 April 2014 – 17:33 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat Pendidikan Universitas Indonesia, Arief  Rachman, menyarankan agar materi soal Ujian Nasional yang memuat nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dianulir.

"Kalau menurut saya soal yang seperti itu, baiknya dianulir saja. Dianulir itu artinya soal itu harus dihitung sebagai nilai benar apapun jawabannya harus dianggap benar," kata Arief saat dihubungi wartawan, Selasa (15/4).

BACA JUGA: Atut Bakal Buka Soal Pemberian Uang Kepada Rano Karno

Arief memiliki tiga alasan kenapa soal itu harus dianulir. Pertama, pertanyaan dalam naskah UN harus memenuhi syarat relevansi akademis.

Kedua, apakah orang yang dijadikan tokoh itu, dalam hal ini Jokowi, sudah didalam posisi sudah selesai posisinya sebagai Gubernur atau itu baru kesan dan proses.

BACA JUGA: Maftuh: Banyak Penyakit di Kemenakertrans

"Kemudian yang ketiga, apakah kira-kira pertanyaan tersebut sensitif apa tidak, terhadap politik maupun perbedaan pendapat. Kalau ketiga itu tidak memenuhi syarat maka soal itu harus dianulir," jelasnya.

Arief sendiri menilai, naskah soal UN itu tidak ada sisi akademisnya. Karena itu harus dipertanyakan kepada pembuat soal apa motivasi memuat nama Jokowi. Kemudian ditanyakan juga apakah masyarakat Indonesia sudah mengenal dia apa belum.

BACA JUGA: Jokowi Gerah Namanya Masuk di Soal UN

"Kalau umpanya Bung Karno kan semuanya udah kenal, dan Pak Harto semuanya juga udah kenal, tapi kalau Jokowi yang mengenal itu siapa," jelasnya.

Ditambahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga harus melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap pembuat soal. Kemudian diambil keputusan bahwa soal seperti itu harus dianulir.

"Dan tak perlu ada UN susulan Bahasa Idonesia, jadi hanya satu soal saja yang harus dianulir, dan jawabannya setiap anak menjawab itu, harus dibilang benar," tandasnya. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hanura Siap Bubarkan WIN-HT


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler