Sopir Bus Ugal-ugalan, Laka Beruntun, 2 Tewas, 20 Luka

Jumat, 14 November 2014 – 18:16 WIB

jpnn.com - BOJONEGORO - Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Bojonegoro-Cepu. Tepatnya di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, kemarin (13/11). Akibatnya, dua orang tewas dan 20 orang terluka. Selain itu, lalu lintas macet 8 kilometer (km) selama empat jam. 

Kecelakaan maut terjadi pukul 09.30 ketika bus Cendana nopol AE 7304 UB yang dikemudikan Sunyari, 62, warga Desa Beran, Kecamatan Kedunggelar, Ngawi, melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. 

Bus membawa 18 penumpang dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro dengan tujuan Ngawi. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), mini bus jurusan Ngawi-Bojonegoro bermaksud mendahului mobil boks yang tidak diketahui identitasnya lewat arah kanan atau utara. 

Apes, saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul truk pengangkut kayu nopol AG 9055 UD dikemudikan Dwi Irwan Yuwono, 41, warga Desa Denut, Denpasar, Bali.

Karena jarak terlalu dekat dan sopir mini bus tidak memperhatikan lalu lintas. Akibatnya, terjadi tabrakan. Bodi depan dua kendaraan tersebut ringsek. 

Saking kerasnya tabrakan, posisi mini bus berubah arah, menghadap ke utara dan melintang di jalan hingga hampir memenuhi seluruh badan jalan. 

''Sopir busnya mau nyalib, tidak tahu aturan. Sejak berangkat memang ugal-ugalan,'' kata salah seorang penumpang bernama Pakis, 46, warga Desa Padang, Kecamatan Trucuk.

Kemudian, dari arah timur melaju kendaraan Yamaha Vixion nopol K 3958 BY yang dikendarai Dedy Tri Hari Sasongko, 37, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sanankulon, Blitar. Karena jarak cukup dekat, pengendara Vixion menabrak bodi bus bagian tengah. 

Akibatnya, korban terlempar dari motornya dan mengalami luka-luka cukup serius. Sedangkan bagian depan motor merah itu ringsek.

Sedangkan mobil pikap nopol AG 8755 VD yang berjalan tepat di belakang truk pengangkut kayu itu juga terlibat kecelakaan. Karena jarak sudah dekat, mobil yang dikendarai Heri Aminanto, 36, warga Desa Klodan, Kecamatan Ngentos, Nganjuk, menabrak bak truk dari belakang. Akibatnya, kaca bagian depan pecah. ''Sudah saya rem, tapi masih tidak ngatasi. Untungnya, saya tidak ada apa-apa,'' katanya. 

Akibat kecelakaan itu, sopir truk tewas di lokasi kejadian. Dia mengalami luka sangat serius di bagian kepala dan seluruh tubuhnya karena terjepit bodi truk. Seorang penumpang bus Cendana bernama Wulandari, 44, warga Desa/Kecamatan Kalitidu, juga meninggal. Sedangkan penumpang yang lain selamat, hanya mengalami luka-luka. Termasuk sopir dan kondektur.

Satlantas Polres Bojonegoro mendatangi tempat kejadian perkara. Kemudian, petugas mengevakuasi para korban ke PKU Muhammadiyah Kalitidu dan Puskesmas Kalitidu. Selain itu, ada yang dibawa ke RS Aisiyah Bojonegoro, RS Ibnu Sina, dan RS Aisiyah Lamongan.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan lalu lintas macet sekitar 8 km selama 4 jam. Arus lalu lintas kembali normal setelah bangkai kendaraan dievakuasi dengan menggunakan mobil derek. Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan dibawa petugas ke kantor satlantas di Jalan Imam Bonjol. 

Kanitlaka Satlantas Polres Bojonegoro Iptu Sarwono mengatakan belum bisa menyimpulkan kecelakaan beruntun tersebut. Petugas masih harus memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah TKP. ''Namun, yang tidak menguntungkan dari Bus Cendana. Sementara ini masih diselidiki,'' katanya ketika ditemui di lokasi kejadian. (haf/bh/mas/JPNN) 

BACA JUGA: Terpeleset, Balita Tewas di Kolam Ikan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembantu Rektor III Unhas Ditangkap Nyabu Bareng Mahasiswi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler