Sosialisasi 4 Pilar di Bekasi, Fadel Muhammad Minta Masyarakat Menjaga Persatuan dan Meningkatkan Imunitas

Kamis, 11 Februari 2021 – 07:47 WIB
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad saat sosialisasi Empat Pilar MPR di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, BEKASI - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menghadiri Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika atau yang lebih populer disebut Empat Pilar MPR bersama puluhan warga di Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/2).

Hadir pula dalam sosialisasi itu anggota DPD dari Jawa Barat Haji Asep Hidayat.

BACA JUGA: Temui Rektor UGM, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad Sampaikan Gagasan PPHN

Fadel dalam kesempatan itu menyatakan bila ingin membangun gedung atau rumah yang kuat maka diperlukan pondasi dan pilar-pilar yang kukuh.

Menurutnya, hal demikian sama bila ingin membangun negara dan bangsa yang kuat, sehingga diperlukan pondasi dan pilar yang kukuh.

Pria yang pernah menjabat gubernur Gorontalo selama dua periode itu mengatakan Indonesia dibangun dengan pondasi dan pilar yang kuat dan kukuh.

Pondasi dan pilar yang menyokong bangsa Indonesia itu adalah Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika.

Fadel menegaskan bukti dari kuatnya Indonesia dibangun dari pondasi dan pilar yang kukuh ialah meskipun bangsa ini terdiri dari beragam agama, suku, bahasa, golongan dan penduduk yang tersebar dari ribuan pulau mulai Sabang sampai Merauke, Talaud hingga Timor, namun tetap satu dalam bingkai NKRI dan Bineka Tunggal Ika.

“Saya dari Gorontalo, lama di Bandung, dan membangun industri di Bekasi namun tetap Indonesia. Ke mana pun kita berada tetap Indonesia," kata alumnus ITB itu.

Fadel pun mengaku senang bisa bersilaturahmi dengan masyarakat Bekasi untuk menyosialisasikan Empat Pilar MPR.

“Ini merupakan tugas MPR. Empat Pilar harus terus dimantapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ungkap Fadel.

Menurut Fadel, banyak tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih lagi di saat sekarang ini dunia tengah dilanda pandemi Covid-19.

Pandemi ini meluluhlantakan berbagai sendi kehidupan masyarakat, mulai kesehatan, pendidikan, pariwisata, serta sektor lainnya.

Fadel bercerita beberapa hari lalu ia mengunjungi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Ia mengaku prihatin saat berada di dua provinsi itu karena banyak aktivitas perekonomian masyarakat terhenti sehingga semua hidup dalam kesulitan.

“Sebab kita lebih mengutamakan kesehatan," katanya.

Hal demikian membuat banyak masyarakat tidak melakukan aktivitas, karena harus menerapkan protokol kesehatan.

Mandeknya aktivitas masyarakat dalam berbagai sektor menjadi tantangan terbesar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Nah, bagaimana kita harus segera memulihkan sektor ekonomi, kesehatan, dan semua sektor yang ada," kata mantan anggota DPR dari Partai Golkar itu.

Ia mengatakan bila semua sektor pulih, dengan cara vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan, maka akan membuat rakyat bisa percaya diri ketika beraktivitas dalam kehidupan di masyarakat.

“Kita bisa percaya diri saat ke pasar dan ketika bertemu dengan pihak yang lain bila pandemi bisa diatasi," paparnya.

Karena itu, Fadel Muhammad mendorong agar masyarakat tidak ragu-ragu dalam program vaksinasi.

Menteri Perikanan dan Kelautan di era pemerintahan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu menyampaikan tiga pesan kepada peserta sosialisasi.

Tiga pesan itu adalah, masyarakat harus meningkatkan imun.

Untuk meningkatkan imun, diharapkan masyarakat mengonsumsi atau makan sesuatu yang sehat-sehat dan bervitamin.

Kemudian, dengan meningkatkan imun maka akan membuat tubuh menjadi membaik.

Pesan ketiga adalah untuk tetap bersama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Menjaga Pancasila tetap sebagai ideologi bangsa, UUD NRI tetap sebagai konstitusi negara, menjaga wilayah dari Sabang sampai Merauke, serta menghargai keragaman yang ada," papanya.

Semntara, Asep Hidayat mengatakan para pendiri bangsa dalam menggagas berdirinya Indonesia paham bahwa negeri ini terdiri dari beragam suku, agama, bahasa, golongan dan ribuan pulau yang ada.

Karena itu, katanya, para pendiri bangsa berpikir konsep apa yang mau diterapkan agar negeri ini tetap utuh. Dari gagasan para pendiri bangsa itulah kemudian tercipta Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Keempat hal tersebut sebagai benteng agar bangsa ini tetap utuh," tegasnya. (*/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler