Sri Mulyani Punya Kabar Baik, Jadi Angin Segar untuk Perekonomian

Kamis, 10 Februari 2022 – 06:06 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbagi prediksi baik tentang perekonomian 2022. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit anggaran 2022 akan menyempit.

Menurutnya, defisit hanya akan mendekati empat persen atau lebih rendah dari yang telah ditetapkan yakni 4,85 persen terhadap PDB atau Rp 868 triliun.

BACA JUGA: Demi Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Meminta Perbankan Lakukan Ini

"Kami berharap defisit akan semakin mendekati empat persen pada akhir 2022," kata Sri Mulyani dalam Mandiri Investment Forum 2022 di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani mengatakan anggaran 2022 dirancang untuk terus mendukung proses pemulihan.

BACA JUGA: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Data Penyaluran KPR, Bikin Optimistis

Namun, di saat yang sama ada konsolidasi fiskal yang harus mulai diwujudkan oleh pemerintah.

"Pemerintah memiliki tugas mewujudkan konsolidasi fiskal pada 2023 yakni defisit anggaran harus kembali ke bawah tiga persen setelah diperbolehkan di atas tiga persen sebagai langkah countercylical dampak pandemi Covid-19," beber Menkeu.

Menteri Keuangan Terbaik 2020 versi Global Markets itu menyebut saat ini pemerintah mulai berusaha untuk mengembalikan defisit anggaran.

"Pemerintah mendorong penerimaan negara, sekaligus tetap disiplin dari sisi belanja, sehingga defisit bisa semakin rendah," ucapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan belanja tahun ini akan tetap mendukung program prioritas yakni peningkatan sumber daya manusia, mereformasi pendidikan, dan perlindungan sosial.

Sri Mulyani menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan sangat mendukung percepatan proses pemulihan.

"Jika SDM Indonesia baik maka akan mampu mendorong daya saing dan produktivitas," tegasnya.

Tak hanya itu, belanja tahun ini juga akan diarahkan untuk pengembangan infrastruktur baik fisik maupun digital serta pariwisata dan ketahanan pangan.

"Jadi, ini semua area yang sangat penting bagi Indonesia untuk pulih serta membangun pemulihan dengan pondasi lebih kuat dan kokoh," ucap Menkeu Sri Mulyani. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler