Sriwijaya FC di Posisi Rawan, Alfredo: Pemain Harus All Out

Rabu, 31 Oktober 2018 – 19:29 WIB
Pelatih Sriwijaya FC, Angel Alfredo Vera. Foto: sumeks.co.id

jpnn.com, PALEMBANG - Sriwijaya FC hanya satu hari berada di zona degradasi. Klub berjuluk Laskar Wong Kito kini langsung keluar dari zona merah usai kalahkan Perseru Serui 4-0 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, (29/10) sore.

Empat gol tuan rumah dua di antaranya diborong penyerang Alberto Goncalves pada menit 3 lewat tendangan penalti dan menit 74.

BACA JUGA: Peter Butler Akan Tangani PSMS Hingga Akhir Musim

Kemudian dua gol lainya dibukukan, pemain sayap M Nur Iskandar pada menit 59 serta M Ridwan saat pertandingan sisakan tujuh menit lagi.

Yu Hyun Koo, kapten Sriwijaya FC berharap anak asuh Angel Alfredo Vera bisa menjaga tren positif. “Kita harus jaga semangat ini. Tidak boleh lengah dan ke depan kita harus terus lebih baik,” ujar pemain asal Korea Selatan ini usai laga.

BACA JUGA: Mauricio Bisa Main, Mitra Kukar Yakin Raih Poin di Serui

Ya, diakui Yu, sapaan akrabnya, semangat penggawa Sriwijaya FC tak boleh kendur. Posisi saat ini masih belum cukup aman di klasemen Liga 1 2018. Berada di peringkat 15 dari 28 laga dan satu strip dibatas zona degradasi tentu bukan tempat yang layak bagi klub langganan juara ini.

Apalagi poin skuat Jakabaring beda tipis dari pesaingnya di papan bawah. Namun ini seharusnya menjadi motivasi untuk mengamankan poin di pertandingan berikutnya menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (2/11).

BACA JUGA: Conti Bangga Jadi Top Skor Sementara di Borneo FC

“Kita semua main bagus. Semua tunjukkan kemampuan, tidak ada yang tidak bisa. Kita bisa kalau kita bersama. Ini yang Sriwijaya FC butuhkan saat ini,” kata Alberto Goncalves, pencetak dua gol di pertandingan.

Beto, sapaan akrabnya, sendiri yakin timnya akan keluar dari zona degradasi melihat pertandingan ke depan. Plus dukungan positif dari para suporter, semangat pemain saat ini menjadi berlipat. Untuk itu, dia berharap ke depan akan semakin banyak penonton di Stadion Gelora Jakabaring.

Secara teknis, pelatih Alfredo Vera mengakui anak asuhnya memainkan skema dengan fokus. Ia bahkan takjub dengan penampilan anak muda Sriwijaya FC yang diturunkannya di pertandingan kemarin.

Seperti tak ada cela, mereka mampu mengimbangi kualitas seniornya dan penggawa asing Laskar Wong Kito. Bahkan berkontribusi dengan mencetak gol. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Ridwan di menit ke-83.

“Ya, kita tidak punya pemain lagi. Tapi ini bukan terpaksa, saya turunkan pemain yang memang punya semangat dan mereka bisa menunjukkannya. Ini poin penting bagi kita, saya berterima kasih kepada seluruh pemain,” ujarnya.

Ke depan, Alfredo mengaku akan lebih fokus kepada timnya sendiri, alih-alih mengamati calon lawan Persela Lamongan. Karena menurutnya masih banyak yang harus dievaluasi agar target yang dibebankan kepadanya bisa terselesaikan.

Alfredo mengakui, tim saat ini masih berada dalam posisi yang rawan. Untuk itu, dia meminta penggawa skuat Jakabaring untuk terus all out memberikan seluruh kemampuan yang mereka miliki di setiap pertandingan.

Begitu juga Ahmad Fariz, salah satu pemain yang tampil baik di pertandingan kemarin mengaku senang dengan hasil positif ini. Dia berharap peringkat Sriwijaya FC bisa terus menanjak di pertandingan berikutnya.

“Sebagai pemain, kami saling percaya satu sama lain. Di ruang ganti, kiti bicara untuk lebih fokus dan hasilnya jadi lebih baik. Kami akan berusaha untuk mempertahankan hasil ini,” tukasnya.

Bagaimana dengan Perseru? Pelatih Perseru, Wanderley Machando Da Silva Junior mengatakan kalah karena lakukan banyak kesalahan. Terutama pada menit awal. “Hasil tidak sesuai harapan kami. Kami ikhlas atas kemenangan Sriwijaya,” tukas dia saat jumpa pers usai laga. (aja/ion/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Liga 1 2018: Tertinggal 4 Angka, Mampukah Persib Juara?


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler