SSDM Polri Pulihkan Psikologi Anggota Operasi Damai Cartenz

Jumat, 23 Februari 2024 – 14:35 WIB
Asisten Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: Divisi Humas Polri

jpnn.com, JAKARTA - SSDM Polri memberikan pemulihan psikologi kepada personel Korps Brimob Polri setelah bertugas dalam Operasi Kepolisian Damai Cartenz.

Kegiatan itu dilakukan dengan harapan para anggota dapat merilis emosi-emosi negatif saat pelaksanaan tugas dan mengembalikan kesehatan mental untuk kembali ke keluarga, masyarakat dan kesatuannya.

BACA JUGA: ASABRI Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Anggota Satgas Ops Damai Cartenz 2024

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan dalam pelaksanaan tugas operasi kepolisian memiliki beban dan risiko yang tidak mudah.

Terlebih personel kepolisian yang mendapatkan tugas penegakan hukum dan menjaga Harkamtibmas di wilayah Papua dalam operasi kepolisian Damai Cartenz menghadapi risiko yang tinggi

BACA JUGA: Penyerbuan Markas KKB Sukses, 35 Personel Satgas Cartenz Naik Pangkat

"Menyadari besarnya resiko saat pelaksanaan tugas operasi kepolisian tersebut, Biro Psikologi SSDM Polri memberikan SUPPORT-Psi (Sentuhan, Pemberian Perhatian, Olah Rasa dan Terapi Psikologi) berupa pemulihan psikologi para personel pasca bertugas," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/2).

Dedi menuturkan kegiatan pemulihan psikologi anggota dilakukan pada Kamis, 25 Januari 2024. Adapun pelaksana kegiatan ini yakni personel Biro Psikologi SSDM Polri dan Korps Brimob Polri, sarjana Psikologi Pusdik Lantas Polri, sarjana Psikologi Pusdik Polairud, dan Paja SSDM Polri.

BACA JUGA: Pilot WNI Ditangkap Polisi Filipina, Bukan Kasus Narkoba, Ini Penjelasan Irjen Dedi Prasetyo

"Pemulihan dan release emosi negatif dengan metode emotional agility kepada peserta, relaksasi dan diadakan games," katanya.

Mantan Kadiv Humas Polri itu menuturkan, hasil dari kegiatan tersebut para anggota mampu membangun kedekatan dengan diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih bermakna.

Kemudian, anggota mampu mengidentifikasi kondisi pribadinya saat ini dan mengetahui bagaimana harus bertindak.

Personel kepolisian juga mampu mensyukuri apapun yang terjadi saat ini.

"Anggota yang menjadi peserta mampu melepaskan emosi negatifnya untuk meraih kondisi yang lebih bermakna," katanya. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Irjen Dedi Prasetyo Sampaikan Kabar Anak-Anak Ferdy Sambo & Putri Candrawathi


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler