Sstttt... Konon Inilah Mutasi di Polri sebelum Tito Jadi Kapolri

Selasa, 21 Juni 2016 – 16:56 WIB
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Polri dikabarkan tengah melakukan perombakan besar-besaran di jajaran perwiranya menyusul keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komjen Tito Karnavian sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti. Kabar terbaru menyebut perombakan juga terjadi pada posisi Wakapolri yang kini ditempati Komjen Budi Gunawan.

Adalah Neta S Pane, ketua presidium Indonesia Police Watch (IPW) yang mengaku mendapat informasi tentang mutasi besar-besaran di Polri. Menurutnya, Komjen Budi Gunawan akan lengser dari Wakapolri karena mendapat posisi baru sebagai kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN).

BACA JUGA: Walah, Kepengurusan Baru Golkar Belum Juga Didaftarkan ke Pemerintah

Neta mengatakan, pangkat BG -sapaan Budi- akan naik menjadi jenderal. Sedangkan posisinya sebagai Wakapolri akan diisi Komjen Syafruddin yang kini menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol).

Syafruddin sebelumnya juga menggantikan posisi BG di Kalemdikpol. Perwira Polri kelahiran Makassar, 14 April 1961 itu juga pernah menjadi ajudan Jusuf Kalla saat menjabat wakil presiden 2004-2009.
.
"Proses mutasi juga terjadi untuk beberapa jabatan strategis di Mabes Polri maupun jabatan sejumlah kapolda," kata Neta, Selasa (21/6).

BACA JUGA: Kalau BG jadi Kepala BIN, Wakapolri Jangan yang Aneh ya Pak

Menurutnya, mutasi itu sebagai bentuk dukungan internal Polri dan para perwiranya terhadap kepemimpinan Tito kelak. Sebab, Tito yang kini memimpin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dipilih menjadi calon Kapolri meski melangkahi para seniornya di Polri.

Neta menuturkan, Tito yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 melangkahi lima angkatan di atasnya. "Sedikitnya ada 100 jenderal yang dilangkahi Tito," katanya.

BACA JUGA: Ahok Doakan Jokowi jadi Presiden yang Kuat dan Sehat

Sedangkan untuk proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Tito sudah menyiapkan tim pemikir. Neta mengatakan, tim pendukung Tito itu terdiri dari perwira muda Polri.

Mereka antara lain Irjen Rico Amelsa (Akpol 1988 B), Brigjen Gatot Edi (1988 A), Kombes Eko Budi (1989), Kombes Asep Suhendar, dan Kombes Wahyu
Widada (Adhimakayasa Akpol 1991). Dukungan penuh dari para jenderal senior pun diharapkan akan memudahkan langkah Tito, terutama dalam membenahi institusi kepolisian ke depan.

"Setidaknya, dipilihkan Tito menjadi Kapolri akan lebih baik ketimbang memperpanjang masa jabatan Kapolri Badrodin Haiti," ujarnya.

Komjen Tito Karnavian diperkrakan akan dilantik menjadi Kapolri sebelum 1 Juli 2016, sehingga saat perayaan Hari Bhayangkara 2016, Polri sudah dipimpin Kapolri baru. Berbagai dukungan diberikan internal Polri untuk memuluskan langkah Tito untuk menjadi orang nomor satu di kepolisian.

IPW memastikan, proses uji kepatutan dan kelayakan Tito Karnavian di DPR akan berjalan lancar. Bersamaan dengan naiknya Tito menjadi Kapolri, maka Polri akan melakukan mutasi terhadap sejumlah jenderal senior. "Hal ini dilakukan untuk mendukung kinerja Tito saat memimpin kepolisian," katanya. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gerindra Tolak RAPBNP 2016 Disusupi PMN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler