Stasiun TV Pemerintah Iran Diserang, Ayatollah Khamenei Dikelilingi Api

Minggu, 09 Oktober 2022 – 12:44 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto: AP

jpnn.com, TEHERAN - Stasiun televisi milik pemerintah Iran telah diretas sehingga menampilkan konten antirezim, termasuk gambar yang mengolok-olok pemimpin tertinggi republik Islam tersebut, Sabtu (8/10). 

Serangan tersebut dilakukan kelompok bernama "Adalat Ali", atau Keadilan Ali.

BACA JUGA: Disamakan dengan Lalat, Mahasiswi di Iran Usir Presiden Raisi, Kata-katanya Nyelekit

Siaran berita stasiun tersebut disela sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Gambar sebuah topeng tiba-tiba muncul di layar, diikuti oleh gambar Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dengan api di sekelilingnya dan target di kepalanya.

Setelah itu muncul gambar-gambar yang mencakup foto Amini serta tiga wanita lain yang terbunuh dalam protes baru-baru ini.

BACA JUGA: Siswi Iran Memberontak, Copot Hijab dan Acungkan Jari Tengah

Salah satu keterangannya berbunyi "bergabung dengan kami dan bangkit", sementara yang lain mengatakan "darah pemuda kami menetes dari kakimu".

Serangan tersebut berlangsung beberapa detik hingga akhirnya siaran diputus.

BACA JUGA: Iran Makin Mencekam, WNI Jangan Ikut-ikutan ya

Serangan vulgar terhadap Ayatollah Ali Khamenei semacam ini sebenarnya sangat langka.

Namun, setelah kematian Mahsa Amini yang memicu gelombang protes di seantero Iran, publik jadi makin berani mengekspresikan kemarahannya.

Sebelumnya pada hari itu, dua orang tewas di Sanandaj, termasuk seorang pria yang ditembak di mobilnya setelah dia membunyikan klakson untuk mendukung para pengunjuk rasa.

Sebuah video yang dibagikan secara online juga menunjukkan seorang wanita yang tertembak di leher terbaring tak sadarkan diri di tanah di Masyhad.

Di Sanandaj, seorang pejabat polisi mengatakan seorang pria telah dibunuh oleh "kontra-revolusioner", kantor berita pemerintah IRNA melaporkan.

Pada hari Jumat, Organisasi Kedokteran Forensik Iran mengatakan Amini telah meninggal karena kegagalan beberapa organ yang disebabkan oleh hipoksia serebral - dan bukan karena pukulan di kepala, seperti yang dikatakan oleh keluarga dan pengunjuk rasa.

Kelompok hak asasi mengatakan lebih dari 150 orang telah tewas sejak protes di Republik Islam dimulai pada 17 September.

Toko-toko di beberapa kota telah ditutup untuk mendukung para pengunjuk rasa, termasuk di pasar Teheran di mana beberapa orang membakar kios polisi dan mengusir pasukan keamanan.

Protes mencapai bazaar di Teheran akan membunyikan lonceng alarm dengan para pemimpin Iran yang telah menghitung pedagang sebagai di antara pendukung mereka. (bbc/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler