Strategi Pelindo Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim

Jumat, 26 Juli 2024 – 10:14 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan Pelindo dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta beberapa perusahaan dan asosiasi untuk Program TJSL yang fokus pada rehabilitasi mangrove. Foto: Dokumentasi Pelindo

jpnn.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mendukung aksi mitigasi perubahan iklim Indonesia melalui perlindungan ekosistem karbon biru.

Departemen Head Program TJSL Pelindo Febrianto Zenny Sulistyo mengatakan dukungan itu diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta beberapa perusahaan dan asosiasi.

BACA JUGA: Cara Pelindo Mendukung Pelestarian Seni & Budaya di Bangli

Kerja sama tersebut untuk Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang fokus pada rehabilitasi mangrove dalam rangka pemenuhan target Program Rehabilitasi Mangrove Nasional.

Menurut Febrianto, dukungan itu merupakan wujud komitmen Pelindo untuk berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan khususnya terkait karbon biru.

BACA JUGA: Cegah Pungli, Pelindo Perluas Penerapan Auto Gate di 29 Pelabuhan

Sebab, rehabilitasi mangrove tidak hanya penting untuk menyerap karbon.

Namun, juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang memiliki dampak langsung pada kehidupan masyarakat di sekitar pesisir.

BACA JUGA: Bukti Komitmen Pelayanan, Pelindo Solusi Logistik Pertahankan Sertifikasi ISO Series

Pelindo selalu mendukung inisiatif yang berfokus pada konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Pelindo menjadi BUMN pertama yang ikut serta dalam MoU dan PKS Rehabilitasi Mangrove bersama tiga kementerian sejak 2021 dan terus menjaga komitmen hingga saat ini.

"Semoga upaya ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi pada upaya konservasi dan restorasi ekosistem karbon biru serta untuk membantu pencapaian program pemerintah khususnya juga dalam mendukung National Blue Carbon Action Partnership," ujar Febrianto usai penandatangan PKS tersebut dikutip Jakarta, Jumat (26/7).

Febrianto menyebut Indonesia berkomitmen mendukung Perjanjian Paris UNFCCC guna membatasi kenaikan suhu rata-rata global hingga 1,5 derajat Celcius dengan meningkatkan target kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC).

Dalam NDC terbaru, Indonesia berkomitmen meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca dari 29 persen menjadi 31,89 persen melalui dukungan nasional, dan dari 41 persen menjadi 43,20 persen dengan dukungan internasional.

Indonesia memiliki luas ekosistem mangrove terbesar di dunia dengan 3,31 juta hektar, yang mencakup sekitar 20 persen dari total luas mangrove dunia.

Sementara itu, ekosistem lamun di Indonesia mencakup sekitar 1,8 juta hektare.

Mangrove dan lamun di Indonesia menyimpan sekitar 3,14 miliar metrik ton karbon, yang setara dengan 17 persen karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir bumi.

Selain kemampuan besar dalam menangkap dan menyimpan karbon dalam sedimennya, ekosistem ini juga memberikan banyak manfaat lain seperti perlindungan pantai, habitat bagi keanekaragaman hayati, tempat mencari makan bagi banyak spesies laut yang bernilai tinggi, serta layanan sosial-ekologis dan pariwisata.

Febrianto menambahkan sebagai BUMN di bidang jasa kepelabuhanan, Pelindo fokus mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional, melalui peningkatan konektivitas integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Namun di sisi lain, kami juga memiliki tugas mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Dia menegaskan bersamaan dengan penandatanganan PKS ini, Kemenko Marves juga mengadakan kegiatan talk show dan diskusi bertema 'Memperkuat Pencapaian Aksi Iklim Indonesia melalui Perlindungan Ekosistem Karbon Biru'.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan informasi mengenai target iklim nasional dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim," pungkas Febrianto. (mcr10/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler