Strategi Pemasaran dan Jasa Pengiriman yang Tepat Kunci Keberhasilan UMKM

Sabtu, 23 Desember 2023 – 13:17 WIB
J&T Cargo menyelenggarakan kelas bisnis bersama pelaku UMKM dengan tajuk “Efisiensi untuk UMKM Berekspansi”, Selasa (19/12) di Bentara Budaya, Jakarta. Foto: J&T

jpnn.com, JAKARTA - J&T Cargo menyelenggarakan kelas bisnis bersama pelaku UMKM dengan tajuk “Efisiensi untuk UMKM Berekspansi”, Selasa (19/12) di Bentara Budaya Jakarta.

Acara bersama Kompas.com ini merupakan komitmen J&T Cargo untuk mendorong pertumbuhan UMKM dalam upaya ekspansi bisnis agar lebih efisien, salah satunya dengan edukasi pemanfaatan sektor pengiriman atau logistik.

BACA JUGA: J&T Cargo Ditunjuk Sebagai Official Logistic Partner Pada Indonesia Building Technology Expo 2023

Kelas bisnis dihadiri oleh 50 pelaku UMKM ini mengundang pakar dari berbagai industri untuk berbagi strategi dalam manajemen usaha dan ekspansi bisnis, yaitu oleh Network Manager J&T Cargo Muhammad Said Abdullah, Head of Social Media and Video Production KG Media Luthfi Kurniawan, serta Owner Tambiyaku Bayu Hermawan selaku pelaku UMKM.

Luthfi Kurniawan mengatakan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan media sosial Salah satu strategi para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya, yaitu melalui promosi di sosial media.

BACA JUGA: Intip Keseruan J&T Connect Fest di Ecopark

Menurut dia, medsos merupakan sarana efektif untuk memasarkan produk atau jasa dari suatu usaha.

Lewat sarana ini usaha dapat menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah, tidak hanya di sekitar lokasi usaha.

BACA JUGA: Menang Total di Debat Cawapres, Gibran Kuasai Media Sosial

“Dengan potensi seperti itu, medsos merupakan media yang tepat untuk menjangkau target pasar yang luas. Para pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk mempromosikan produk atau jasa, membangun brand awareness, dan meningkatkan penjualan. Namun, untuk memaksimalkan potensi medsos, pelaku usaha perlu memiliki strategi pemasaran yang tepat,” ujarnya.

Untuk mengoptimalkan pemasaran produk UMKM di medsos, ada tiga tahapan perjalanan konsumen (customer journey) yang perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha tersebut.

Pertama, awareness, yaitu tahapan pengenalan produk kepada konsumen.

“Pada tahap tersebut, (pelaku usaha) perlu membuat konten yang menarik dan informatif untuk memperkenalkan produk kepada konsumen,” kata Luthfi.

Kedua, consideration, yaitu tahapan pertimbangan konsumen untuk membeli produk.

“Pelaku perlu membuat konten yang lebih mendalam agar calon konsumen semakin yakin bahwa produk tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Ketiga, conversion, yaitu tahapan pembelian produk. Pada tahap ini, perlu dibuat konten yang mendorong konsumen untuk segera membeli produk.

Luthfi memberikan contoh serta tips dan trik untuk para pelaku UMKM yang hadir agar konten promosi yang dibuat dapat maksimal.

“Sebagai contoh, ada studi kasus UMKM yang menjual fesyen dan alas kaki, mereka menggunakan berbagai tema konten, termasuk ekspos produk, konten di balik layar, dan konten edukasi. Mereka menceritakan keunggulan produk, pembuatan, dan bahkan berbagi informasi edukatif tentang alas kaki,” tutur Luthfi.

Dengan cara tersebut, dia menambahkan UMKM tidak sekadar dapat menciptakan konten yang menarik, tetapi juga memberikan informasi bermanfaat yang meningkatkan keterlibatan konsumen dari awareness hingga conversion.

Owner Tambiyaku Bayu Hermawan menekuni usaha pengolahan sorgum. Dia mengaku nama usaha diambil dari bahasa Dayak yang berarti nenek.

Bayu menuturkan dirinya telah mengenal sorgum sejak kecil dari neneknya yang sering membuat kudapan dari sorgum dan bercerita tentang manfaatnya.

Sorgum ialah tanaman serealia yang mengandung nutrisi yang melimpah, seperti protein, serat, vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, dan zinc. Selain itu, sorgum juga rendah kolesterol dan lemak.

Untuk mencapai posisinya saat ini, Bayu mengungkapkan banyak tantangan yang harus dilalui, di antaranya anggapan bahwa makanan sehat mahal dan tidak enak dari segi rasa.

"Namun, dengan tekad kuat, permasalahan itu dapat teratasi. Bahkan, Tambiyaku yang awalnya hanya dikenal di kalangan komunitas tertentu, pelan-pelan bisa berhasil berekspansi ke pasar yang lebih luas, termasuk supermarket," katanya.

Bayu membeberkan sejumlah strategi yang dilakukan dalam memperluas pasarnya. Pertama, membangun kesadaran masyarakat tentang sorgum lewat edukasi dan promosi.

Kedua, membangun hubungan dengan komunitas, seperti komunitas hidup sehat dan komunitas pecinta produk lokal. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan produk-produk Tambiyaku kepada komunitas tersebut. Ketiga, mencari distributor agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas.

Pemilihannya harus berdasarkan kriteria tertentu, seperti pengalaman dan reputasi. Terakhir, melakukan kolaborasi dengan UMKM lain untuk saling mendukung dalam mengembangkan bisnis.

Selain itu, Bayu juga menekankan pentingnya menyusun strategi pemasaran yang tepat. Contohnya, aktif di medsos dan mengikuti pameran.

“Penggunaan konten yang murah, seperti pertukaran produk dengan influencer atau kolaborasi dengan komunitas, menjadi alternatif yang efektif,” ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Irjen Karyoto: Firli Bahuri Bisa Dijemput Paksa


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
UMKM   J&T   J&T Cargo   jasa pengiriman  

Terpopuler