Strategi Pertamina Dongkrak Produksi Minyak

Rabu, 30 Mei 2018 – 09:31 WIB
Kantor Pertamina. Foto: dokumen jpnn

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (persero) membukukan produksi minyak dan gas (migas) sebesar mencapai 923 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) pada triwulan pertama 2018.

Kenaikan itu tidak lepas dari program di sektor hulu yang diterapkan perseroan pelat merah tersebut.

BACA JUGA: Pertamina Rampungkan Pengeboran 6 Sumur Eksplorasi

Perinciannya, produksi minyak 386 barel per hari. Angka itu naik 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, produksi gas mencapai 3.115 mmscfd atau naik 55 persen.

BACA JUGA: Begini Cara Pemerintah Tekan Kerugian Pertamina

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menyatakan, pihaknya mempunyai sejumlah program prioritas di sektor hulu untuk mendongkrak produksi.

”Antara lain, mempertahankan produksi migas Blok Mahakam dengan mengembangkan Lapangan Tunu Shallow Phase 4, Handil Phase 5, dan Tambora Phase 5,” ujar Adiatma, Selasa (29/5).

BACA JUGA: Ada Takjil Gratis Hingga Ustaz Keliling di SPBU Pertamina

Pertamina juga berupaya menaikkan produksi Lapangan Banyu Urip, menurunkan decline rate dengan mengebor 108 sumur, well service, dan program reaktivasi lapangan.

Selain itu, Pertamina melakukan optimalisasi operasi panas bumi Ulubelu, Kamojang, dan Lahendong.

Beberapa proyek hulu juga menjadi program prioritas pada 2018.

Di antaranya, panas bumi Karaha dan Lumut Balai, gas Jambaran Tiung Biru, serta pengembangan proyek PIEP PLN Phase IV untuk menambah produksi migas dari internasional.

Eksplorasi untuk menambah cadangan dan produksi migas pun dilakukan.

Pertamina menargetkan pengeboran 27 sumur eksplorasi dengan jumlah temuan sumber daya (2C) 556 juta barel setara minyak (mmboe).

Hingga akhir triwulan pertama, Pertamina telah mengebor enam sumur eksplorasi.

Pengeboran tersebut menghasilkan temuan 2C sebesar 40 mmboe dari Sumur Merakes-2 hasil kerja sama PHE dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Pada 2017, terdapat temuan cadangan migas baru dengan potensi produksi 569 mmboe di struktur Parang-1 bagian dari Blok Nunukan, Kalimantan Utara.

Masing-masing 374 mmbo untuk minyak dan gas bumi mencapai 1.136 BCF.

”Kami bersyukur karena temuan Parang jadi satu di antara sepuluh besar temuan migas 2017 di Asia Pasifik,” kata Adiatma. (vir/c6/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Banten Aman Selama Ramadan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler