Stunting Hingga Kematian Ibu dan Anak jadi Momok Perempuan Hamil di Usia Pertumbuhan

Jumat, 16 April 2021 – 23:04 WIB
Kementerian Kominfo menggelar forum Kepoin Genbest untuk mengedukasi masyarakat terkait stunting. Foto Kominfo

jpnn.com, KLATEN - Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Wiryanta menyebut Kabupaten Klaten merupakan salah satu lokasi prioritas penanggulangan stunting.

Dalam rangka menurunkan prevalensi stunting, Kementerian Kominfo menggunakan banyak kanal media untuk membangun awareness dan mengubah perilaku masyarakat, terutama daerah-daerah yang menjadi target sasaran penurunan prevalensi stunting, salah satunya melalui forum Kepoin Genbest.

BACA JUGA: Kominfo Kawal Pelaksanaan PSU Pemilihan Kepala Daerah 2020

"Pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap penurunan stunting di daerah-daerah lokus stunting, salah satunya di Klaten, dengan memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan awareness khususnya generasi muda,” ujar Wiryanta dalam forum Kepoin Genbest, Jumat (16/4).

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo menyambut baik kampanye pencegahan stunting yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo, yang menyasar para remaja yang masih rentan dari sisi reproduksi dan kesehatan.

BACA JUGA: Capai 3 Juta Member, Indodax Siapkan Program Untuk Komunitas Kripto

“Kalau ada anak umur 16 – 17  tahun dipaksa untuk menikah dan melahirkan, itu dia panggulnya aja belum sempurna. Kalau melahirkan sebelum 20 tahun, maka meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, lalu kemudian berpotensi stunting pula,” jelas Hasto.

Remaja 16-17 tahun, lanjut Hasto merupakan usia tubuh sedang berkembang. Jika remaja harus hamil, membesarkan janin dan melahirkan justru akan meningkatkan resiko penyakit di masa mendatang, salah satunya osteoporosis.

BACA JUGA: Kabar Gembira dari BTN untuk Para Anggota TNI AD

“Peak bone mass (puncak kepadatan tulang) di usia 32 tahun. Jika hamil saat remaja, itu masa dimana seharusnya tulang bertumbuh tapi malah tidak optimal. Di masa depannya lebih cepat menopause dan mengalami osteoporosis,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, praktisi kesehatan yang juga publik figur dr. Lula Kamal menegaskan orang tua harus memperhatikan kebersihan lingkungan tempat karena sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak.

Kebersihan lingkungan jadi salah satu faktor penunjang mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

“Stunting harus kita cegah sejak dini. Di negara-negara maju, tidak ketemu adanya stunting. PR kita memang besar untuk mengatasi persoalan stunting, karena ini urusan sumber daya manusia,” ujar Lula.

Stunting merujuk pada kondisi gagal tumbuh pada anak. Penyebabnya akibat kekurangan gizi kronis dan paparan infeksi berulang, terutama di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Oleh karena itu, Lula Kamal mengingatkan ibu-ibu agar segera memeriksakan anaknya ke posyandu untuk mencegah terjadinya stunting.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar RUPST, Waskita Setujui Pendanaan Proyek dengan Jaminan Rp15,3 Triliun


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler