Suami Cinta Saat Istri Berseragam Pramugari, Tapi Minta Cerai Ketika...

Senin, 16 Mei 2016 – 00:00 WIB
Ilustrasi. FOTO: FAJAR/RADAR SURABAYA

jpnn.com - KARIN begitu bangga dengan profesinya sebagai Pramugari. Tapi dia memilih mengundurkan diri ketika sudah melahirkan seorang anak. Ternyata pilihannya itu berbuntut panjang. Sang suami, Donwori, 35, juga ikut-ikutan resign dari jabatannya sebagai suami Karin. 

Alasannya, sudah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari sang istri.

BACA JUGA: Libatkan Masyarakat untuk Kelola Dana Desa

Donwori sangat bangga dengan pekerjaan Karin. Di mana-mana dia selalu menunjukkan foto wajah elok Karin dan tubuhnya yang tinggi semampai ala-ala model. 

“Banggalah. Ini liat foto istri,” kata Donwori menunjukkan foto istrinya pada saat mengajukan talak cerai di Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, Kamis (12/5).

BACA JUGA: Lihat Ni! Tolak Batu Bara, Aktivis Nekat Panjat Crane PLTU

Di foto itu, Karin terlihat bergandengan tangan dengan para pramugari lainnya. Rekan seprofesi di sebuah maskapai penerbangan terkenal di negeri ini. Di foto itu, Karin mengenakan blus ketat dipadu dengan rok mini warna merah.

Uniform seperti itu tentu membuatnya tampak anggun. Rambut pendek dengan kulit putih bersih membuat Donwori sebagai suami, makin bangga dengan sang istri dan profesi mulianya itu.

BACA JUGA: Buktikan Keperawanan, Ibu Lihat Anak dan Mantu Malam Pertama

Apalagi, ketika Donwori yang menjabat sebagai kepala bagian keuangan sebuah perusahaan swasta, mengajak Karin berjumpa dengan kawan dan teman sekolahnya. Ia berkali-kali mengatakan bahwa Karin adalah pramugari pesawat yang gajinya besar.

Karin juga keliling ke puluhan negara, sehingga tahu budaya luar negeri. “Keren banget pekerjaan pramugari itu. Namanya pramugari itu pasti cantik, tinggi dan pandai. Sering keluar negeri dan pastinya sabar,” pamer Donwori.

Ia benar-benar bangga dengan Karin yang sering mengudara melintasi langit bersama si burung besi. Selama bekerja, Donwori pun tak pernah memberi uang ke Karin. Karena Karin sudah punya gaji sendiri.

Secara materi ia perempuan mandiri 100 persen. Bahkan Karin berbaik hati menyisakan gajinya untuk Donwori dan keluarganya. Namun, hal itu berubah ketika Karin memutuskan berhenti bekerja.

Keputusan itu diambil karena Karin ingin fokus mengurus anak. “Padahal, orang tua saya sudah sepakat untuk merawat anak kita supaya Karin bisa full kerja. Sayang, istri tetap ngeyel. Ia pilih berhenti kerja,” jelas dia.

Keputusan istri untuk berhenti bekerja itu membuat Donwori dan keluarganya kesal. Karena dengan begitu, otomatis tidak ada lagi pekerjaan Karin yang bisa dibanggakan.

Selama ini, meski Karin sering terbang dan jarang pulang, namun Donwori dan keluarga tidak pernah sekalipun protes. Donwori justru menganggap semakin sering Karin flight, maka kian menunjukkan kalau istrinya rajin kerja.

Istilahnya, istri yang membanggakan keluarga. Keputusan berhenti itu pun dirasakan super berat bagi Donwori dan keluarga. Dulu kalau terbang, apalagi ke luar negeri, Karin selalu membeli oleh-oleh.

Untuk mertua, ipar, keponakan, bahkan asisten rumah tangga pun dibelikan buah tangan. Meskipun cuma gantungan kunci, tempelan kulkas, pajangan meja, bingkai foto, atau dompet receh, Karin tak pernah sekalipun lupa.

Karin selalu bagi rata kepada mereka. Bahkan, khusus untuk suami, mertua atau ipar, Karin bisa membelikan oleh-oleh yang harganya tidak murah. Parfum, tas tangan, kaos maupun kosmetik, pernah dibeli Karin untuk keluarga Donwori.

Selain itu, saat masih menjadi pramugari, mertua cs juga mendapat uang bulanan dari Karin. Hal ini dilakukan Karin karena ia merasa sudah merepotkan mertua dan keluarga besar suaminya untuk mengurus anak. 

“Sekarang, sebaliknya. Istrinya malah minta uang,” kata warga Sukomanunggal itu.

Pertengkaran pun tak bisa dielakkan. Mulai dari pertengakaran kecil, kalau tiap hari muncul, akhirnya pun bisa membesar. Terjadinya juga sewaktu-waktu. Bisa kapan saja, dan tidak ada hentinya.

Kondisi keluarga Donwori vs Karin pun semakin parah, ketika sang mantan pramugari minta rupiah untuk belanja dan beli baju. Sebab, Donwori sudah terlanjur mengalokasikan jatah gaji bulanannya untuk cicilan rumah.

Akhirnya Donwori kian tersiksa, dan Karin semakin terpojok. “Dulu kan mandiri dia (Karin, Red). Sekarang pusing deh,” kata Donwori yang akhirnya memilih mengajukan talak cerai. (*/opi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diky Candra Mulai Kasak-kusuk di Tasikmalaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler