Subsidi Kereta Api Naik tapi Harga Tiket...

Minggu, 01 Januari 2017 – 18:30 WIB
Penumpang kereta api di stasiun. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com - Anggaran subsidi atau public service obligation (PSO) untuk perjalanan kereta api (KA) tahun 2017, bakal ditambah.

Sesuai DIPA Kementerian Perhubungan 2017 Nomor dipa-999.07.1.957337/2017, besaran PSO disepakati Rp 2,094 triliun.

BACA JUGA: Sampai 31 Desember 2016,Tiket KA Masih Tersisa Tujuan..

Bila ditilik lagi, angka tersebut jauh lebih besar daripada PSO 2016. Ada kenaikan 15 persen jika dibandingkan dengan subsidi 2016 yang hanya sebesar Rp 1,827 triliun.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono mengungkapkan, kenaikan itu ditujukan untuk layanan KA perkotaan.

BACA JUGA: Boeing 737 Bisa Mendarat di Bandara Daerah Wisata

Pada 2017, memang alokasi PSO angkutan KA perkotaan jauh lebih besar daripada KA antarkota. Besarannya mencapai Rp 1,823 triliun.

Jumlah tersebut didominasi KRL Rp 1,348 triliun; disusul kereta rel diesel Rp 96,79 miliar; dan KA jarak dekat dengan PSO Rp 379,890 miliar.

BACA JUGA: Menhub: Kalau Bisa Balik Jakarta Tanggal 2 Januari Saja

Sedangkan alokasi PSO angkutan KA antarkota mencapai Rp 270 miliar. Jumlah tersebut masih dibagi menjadi KA jarak jauh Rp 135,85 miliar; KA jarak sedang Rp 130,291 miliar; dan KA Lebaran Rp 4,55 miliar.

”Ada perubahan komposisi memang untuk KA jarak jauh dan perkotaan. Perkotaan naik karena dipakai setiap hari, terutama untuk KRL Jabodetabek,” ungkapnya.

Kendati ada perubahan fokus untuk alokasi PSO, Prasetyo memastikan bahwa tak ada perubahan mendasar soal perolehan PSO KA kelas ekonomi. Dengan begitu, besaran tarif pun tidak akan berubah.

”Penandatanganan ini merupakan bentuk kewajiban pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kemenhub kepada masyarakat. Dengan harapan, masyarakat bisa menikmati layanan KA kelas ekonomi, baik antarkota maupun perkotaan, dengan tarif terjangkau,” papar pria kelahiran Surabaya itu.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin. Dia menegaskan, subsidi yang diberikan masih sama.

Dengan begitu, tarif yang berlaku untuk KA kelas ekonomi masih sama dengan sebelumnya.

Dia mencontohkan KA ekonomi jarak jauh Logawa. Tarif KA yang melayani rute Purwokerto–Surabaya Gubeng–Jember itu masih Rp 74 ribu per orang.

Sama halnya dengan KA ekonomi jarak sedang Kutojaya Selatan. Penumpang cukup membayar Rp 62 ribu per orang untuk bisa melakukan perjalanan dari Kutoarjo menuju Kiaracondong, Bandung.

Tarif KA perkotaan pun demikian. Harga tiket KA ekonomi jarak dekat Penataran rute Surabaya Gubeng–Malang–Blitar tetap seperti semula, yakni Rp 15 ribu per orang.

Penumpang KRD Prameks rute Jogjakarta–Solo Balapan pun tak perlu risau. Tarif Rp 8 ribu per orang tetap diberlakukan. Untuk KRL, tarif Rp 3 ribu per 1–25 km juga belum diubah.

Sebab, jumlah penumpang KRL kian bertambah setiap tahun. Tahun ini jumlah penumpang KRL diperkirakan mencapai 287 juta orang. (mia/c11/nw)

 


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler