Sudah 150 Ribu SDM Pariwisata Penuhi Standar ASEAN

Kamis, 17 Desember 2015 – 16:12 WIB
Kementerian Pariwisata. Foto : Kemenpar.go.id

jpnn.com - JAKARTA--Untuk menggenjot pendapatan domestik bruto (PDB), sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang diunggulkan pemerintah. Hanya saja menurut Muhammad Ahman Sya, deputi bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), hal itu harus didukung oleh SDM yang mumpuni. 

"Dari sisi pendidikan non-formal, Kemenpar telah menjalin kerja sama dengan instansi terkait dalam program sertifikasi SDM pariwisata yang berstandar ASEAN. Hingga saat ini, sekitar‎ 150 ribu SDM telah tersertifikasi dan ditargetkan pada 2019 ada 550 ribu 
yang tersertifikasi standar ASEAN," tutur Ahman Sya kepada pers di Jakarta, Kamis (17/12).

BACA JUGA: Pemerintah Buka Keran Impor Kepala, Lidah, Pipi, Bibir dan Urat

Data Kemenpar menyebutkan, hingga akhir 2015, pelatihan SDM mencapai 5.200 orang, atau melampaui 73 persen dari yang ditargetkan yakni 3.000 orang.‎‎ Untuk sertifikasi, tahun ini sudah 17.500 SDM tersertifikasi.

"Tahun depan kami targetkan 35 ribu SDM atau naik dua kali lipat. Hingga 2019 akan terus meningkat sebanyak 35 ribu SDM tiap tahun," bebernya.

BACA JUGA: Jalur Ganda Stasiun Parungpanjang-Maja Sudah Dioperasikan

Dalam pemberian sertifikasi ini, lanjut Ahman Sya, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi. Selain itu, Kemenpar juga memfasilitasi sisi pembiayaan dan pelatihan asesornya.

"Tahun ini kami telah melaksanakan program pelatihan dasar SDM kepariwisataan di beberapa provinsi dengan potensi pariwisata dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang besar.‎ Mulai 2016, program ini akan dilakukan di 34 provinsi," terangnya.

BACA JUGA: Di Era Jokowi, Sumbar Berpotensi Rugi Rp 36 Triliun, Kok Bisa?

‎Pembinaan SDM ini, imbuh Ahman, termasuk kultur (sejarah) dan komunikasi (bahasa) di mana keduanya harus bisa dikolaborasikan secara maksimal. ''Contohnya, saat ini wisatawan mancanegara (wisman) terbesar adalah Tiongkok. Nah, kami beri pembinaan bahasa Mandarin. Selain untuk berkomunikasi dengan lancar, seorang guidance pun harus paham akan sejarah destinasi tersebut. Makanya, kami juga berikan pembinaan kultur pada mereka,'' pungkasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Natal, Pembeli Ayam Potong di Ternate Melonjak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler