Sudah Lima Hari, Ratusan Pekerja di PT Freeport Mogok

Selasa, 04 Oktober 2016 – 06:56 WIB
Sejumlah alat berat PTFI tak beroperasi. Foto: ist-source for Radar Timika

jpnn.com - TIMIKA - Aktivitas di tambang Grasberg Tembagapura, Mimika, Papua berhenti sementara. Ini menyusul masih mogok kerjanya ratusan pekerja tambang PT Freeport Indonesia (PTFI), sejak seminggu lalu.

Radar Timika melaporkan, aksi mogok kerja karyawan PTFI ini sudah berlangsung sejak, Rabu (28/9) hingga Senin (3/10). Aksi ini berkaitan dengan adanya tuntutan karyawan Grasberg Operation pada pertemuan 3 Juni 2016 lalu, yang hingga kini belum terjawab.

BACA JUGA: Silvester Dihukum 15 Tahun, Dilempari Sepatu dan Dikeroyok Usai Sidang

Dalam aksi tersebut, tidak seluruhnya karyawan Grasberg Operation ikut mogok kerja. Namun dari karyawan yang mogok mayoritas dari operator Crew 1, 2, 3 dan 4 yang mengakibatkan terhambatnya produksi.

Ratusan karyawan PTFI dari Departemen Grasberg Operation menuntut kenaikan bonus upah kerja, yaitu di kisaran 50 persen tiap bulan.

BACA JUGA: TNI Dilarang Masuk ke Tempat Hiburan Malam, Kecuali..

Permintaan itu diajukan karena saat ini terdapat perbedaan pemberian bonus antara karyawan Grasberg Operation dengan engineering. Yang mana karyawan Engeneering menerima bonus kerja 45 persen, sedangkan karyawan Grasberg Operation hanya menerima bonus 17 persen.

Selain itu, juga pemberian bonus ada perhitungan masing-masing, karena saat ini produksi tidak banyak, sehingga karyawan operation pekerjaan tidak banyak. Namun engineering tetap bekerja sehingga bonus yang diberikan melebihi karyawan operation.

BACA JUGA: Polisi Amankan 14 Terduga Provokator Kerusuhan di Tulangbawang

Sementara itu salah seorang karyawan yang mogok kepada Radar Timika membenarkan adanya mogok itu. Katanya, aksi mogok sudah terjadi sejak minggu lalu. Hal itu terkait besaran bonus. Meski karyawan sempat bertemu dengan manjemen namun belum ada solusi terbaik. 

“Sekarang kami tidak percaya lagi manajemen. Kami disebut departemen penunjang, tapi bonus kami paling kecil dari geoservice. Perbedaan sangat jauh,” ujarnya.

Sementara itu, PTFI melalui Vice President Corporate Communications, Riza Pratama dalam rilisnya kemarin membenarkan adanya aksi mogok tersebut.

"PT Freeport Indonesia melaporkan bahwa saat ini operasi pertambangan di tambang terbuka Grasberg terkena dampak dari gangguan pekerja. PTFI saat ini sedang berupaya untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan operasi tambang terbuka sesegera mungkin,” kata Riza dalam rilis tersebut.

Namun demikian, lanjutnya, operasi tambang bawah tanah tidak terkena dampak dari gangguan ini, dan operasi pabrik pengolahan masih berlangsung secara terbatas. (rex/ale/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ‘Pertempuran Udara sudah Dimulai, Semua Pesawat Disiagakan di Natuna’


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler