Sudah Masuk Partai, Connie Bakrie Dinilai Tak Objektif Sebagai Pengamat Militer

Kamis, 27 Mei 2021 – 21:00 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menyatakan, sulit melihat objektivitas dari pernyataan Connie Rahakundini Bakrie tentang pertahanan, termasuk dugaan adanya Mr. M jadi mafia alat utama sistem senjata (alutsista).

Pangkalnya, dia telah menjadi bagian dari Partai NasDem sekalipun aktif menyelami isu-isu pertahanan.

BACA JUGA: Airlangga Hartarto: Militer Israel Harus Bertanggung Jawab

"Soal posisi pengamat, ya, pengamat saja, enggak usah berpartai gitu, ya. Kalau berpartai, pengamatnya, ya, ditinggalkan sehingga perspektifnya, agar pendapatnya, pandangan-pandangannya objektif," ujarnya saat dihubungi, Kamis (27/5).

"Seperti pengamat kayak saya memilih untuk tidak berpartai. Kecuali kalau saya ingin memihak, jika saya ingin berpartai, ya, sudah (posisi) pengamat saya hilang," sambung Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

BACA JUGA: Gencatan Senjata Sudah Disepakati, Raja Salman Baru Mengutuk Aksi Militer Israel

Apabila kondisinya seperti sekarang, menjadi pengamat dan politikus pada saat bersamaan, maka orang cenderung melihat pernyataan Connie sarat pesanan. "Akhirnya ketahuan, terbuka, kan, sesungguhnya ada pesanan tertentu," jelasnya.

Menurut Ujang, Connie seharusnya membuka masalah tersebut melalui saluran-saluran partainya jika memang bertujuan membongkar praktik lancung dalam pengadaan alutsista. Melalui perwakilan NasDem di Komisi I DPR, misalnya.

BACA JUGA: Ratusan Ribu Guru di Myanmar Berani Menentang Kudeta Militer, Begini Akibatnya

"Angkat saja kasusnya di partainya, ya, kan? Dorong saja di DPR untuk buka kasus itu. Berani tidak? Nah, itu lebih (menunjukkan sikap) seorang kesatria," tuturnya. "Persoalanya, jangan-jangan partai sendirinya dapat (proyek alutsista)."

Ujang mendorong pakar seperti Connie agar agar objektif melihat persoalan, hal ini adalah marwah bagi seorang pengamat.

"Mestinya dijaga roh, marwah sebagai pengamat. Itu (pernyataan Connie tentang mafia alutsista berarti) memilih untuk memihak," ucapnya.

"Saya juga suatu saat kalau berpartai (pasti akan) memihak, (status) saya hilang (sebagai) pengamatnya. Itu saja sebenarnya. Kalau seperti ini, pandanganya (Connie) subjektif walaupun bisa saja benar omongannya. Ini yang menjadi persoalan," tandasnya.

Connie sebelumnya membongkar tentang dugaan adanya mafia alutsista berinisial Mr. M. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, belakangan meminta Connie melapor ataupun terbuka soal sosok Mr. M.

Ia juga mempertanyakan rencana modernisasi alpalhankam selama 25 tahun yang sedang disusun pemerintah. Ia berargumen bahwa angka untuk modernisasi alutsista RI terlalu besar.

Di sisi lain, Connie belakangan diketahui diplot sebagai Anggota Dewan Pakar DPP NasDem, partai politik besutan Surya Paloh.

Dewan Pakar DPP NasDem tersebut diketuai oleh Siti Nurbaya Bakar. Selain Connie, anggota dari dewan pakar tersebut di antaranya Duta Besar (Dubes) RI untuk Tanzania Ratlan Pardede, Dubes RI untuk Ekuador Dhinie Tjokro, Eks Dubes RI untuk Bulgaria, Astari Rasyid, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Hayono Isman, dan Peter Gontha. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler