Sudah Pernah Jatuh Bangun dalam Berbisnis, Ini Saran Sandiaga Uno untuk Kaum Milenial

Jumat, 24 Juli 2020 – 00:21 WIB
Sandiaga Uno dalam webinar bertajuk 'Jadi Pengusaha itu Keren'. Foto: dok. V Office

jpnn.com, JAKARTA - Pandemi covid-19 yang kini merebak di seluruh dunia memengaruhi perekonomian dunia. Karena itu, menurut Sandiaga Uno, membangun usaha di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi kaum milenial saat ini.

Oleh karena itu, Sandi mengatakan kunci sukses untuk membangun usaha adalah berani gagal dan terus mencoba.

BACA JUGA: Gelar Rapid Test di Tanah Abang, Sandiaga Uno: Jangan Terlena

Layaknya dia yang mengakui harus gagal puluhan kali hingga akhirnya mencapai kemapanan saat ini.

"Saya yakin ada masalah di setiap anak tangga untuk menuju kesuksesan dan kita pasti akan gagal. Gagalnya itu mungkin harus gagal 10-20 kali," kata Sandi dalam webinar bertajuk 'Jadi Pengusaha itu Keren' yang diselenggarakan V Office, IZIN.co.id dan Aden & Co pada Kamis (23/7/2020).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Honorer K2 Datangi Politikus Gerindra, Bu Mega Menangis, Jenderal Andika Perintah Operasi

Ditegaskannya, menjadi seorang enterpreneur sukses tidak terjadi dalam sekejap.

Banyak pengusaha, seperti halnya CEO Halodoc Jonathan Sudharta yang harus jatuh bangun dan gagal hingga 200 kali.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Berkunjung ke Kantor Prabowo, Wajah Keduanya Semringah Sekali

"Tetapi dia bangkit 201 kali. Jadi itulah bagian dari usaha kita mencoba menggapai kesuksesan. Tidak ada sukses yang instan," sambung Sandi.

"Kita pasti menemui masalah-masalah dan kemampuan seorang entrepreneur adalah bisa menjadikan masalah itu suatu hal yang dia private dan mencari inovasi untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi lagi," tambahnya.

Layaknya pengusaha sukses lainnya, jatuh bangun juga pernah dialaminya selama membangun usaha.

Hal tersebut bermula ketika dirinya memulai merintis usaha pada akhir tahun 1997.

Ketika itu, dia yang merupakan seorang pecatan profesional terpaksa membangun usaha bersama rekannya.

Bermula dari tiga orang karyawan, dirinya pelan tetapi pasti membangun perusahaan investasi yang membesarkannya saat ini.

"Saya ini jadi pengusaha secara kecelakaan karena saya di PHK di tahun 1997. Akhirnya saya by accident (terpaksa) masuk sebagai pengusaha," ujarnya.

Ketika itu, Sandi mengaku kehilangan segalanya. Bahkan dirinya harus kembali pulang dan tinggal di rumah orangtuanya.

Namun, segalanya berubah. Usaha yang dilakoninya bersama beberapa sahabatnya kian berkembang dan besar.

"Setiap masalah anak tangga menuju kesuksesan. Akan gagal 10-20 kali, itu bagian daripada membesarkan usaha, tidak ada sukses yang instan," ungkap Sandi

Oleh karena itu, selain Empat As, yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas, Sandi menekankan enterpreneur kini harus menerapkan pendekatan SIAP.

S pada SIAP berarti spiritual, yakni keyakinan rezeki tidak tertukar ikhtiar tidak khianati hasil. I berarti intelektual, yakni kerja cerdas tanpa kenal jenuh. A adalah adaptive (beradaptasi), dan P berarti positive (berpikir positif).

"Adaptive, kita tidak diajarkan di sekolah. Siapkan diri bagaimana handle pressure, kalau gagal bagaimana?, hidup penuh kejutan dan positive menghadapi tantangan," ungkap Sandi.

Dalam kesempatan yang sama, pengusaha sekaligus aktor Christian Sugiono menyarankan jika mau buka usaha alangkah baiknya mencari partner bisnis yang tanggung jawab.

Selain itu, carilah rekan bisnis dengan kemampuan yang berbeda.

"Saya selalu bilang lebih baik kita punya founder di latar belakang yang berbeda-beda. Pertama jago produk, istilahnya yang jago bikin kue. Kedua jago jualan, dia bisa ngejualin kue itu ke orang dan ketiga jago manajemen atau organisasi," ucapnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler