Sudah Sering Irjen Dedi Mengimbau, tetapi Masih Ada Peserta Rekrutmen Polri Tertipu

Rabu, 12 Juli 2023 – 18:51 WIB
Asisten Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: Divisi Humas Polri

jpnn.com, SEMARANG - Asisten Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri Irjen Dedi Prasetyo mengimbau masyarakat tidak terbujuk rayuan dan iming-iming dari pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta seleksi masuk Polri lulus dengan imbalan uang.

Menurut Dedi, pihak yang meminta uang dengan janji bisa membantu calon anggota Polri dalam proses seleksi adalah penipu.

BACA JUGA: Penipuan Masuk Akpol Terbongkar, Korban Kehilangan Rp 4,7 Miliar, Pelakunya Tak Disangka

“Jangan mudah terprovokasi oleh hasutan-hasutan orang yang dengan cara-cara secara instan bisa (meluluskan) masuk ke polisi, apalagi dengan membayar uang tertentu, itu pasti dibohongi,” kata Dedi di Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (11/7).

Mantan kepala Divisi Humas Polri itu pun mengajak masyarakat makin melek informasi tentang maraknya penipuan dengan modus rekrutmen Polri.

BACA JUGA: Hati-Hati Modus Penipuan Masuk Anggota TNI atau Polri, Maflaka Kehilangan Rp 250 Juta

Dedi menegaskan tidak ada pungutan dalam seluruh tahap seleksi calon anggota Polri. Oleh karena itu, mantan Karopenmas Divhumas Polri tersebut  terus menyosialisasikan seleksi gratis dalam rekrutmen Polri.

Meski demikian, penipuan berkedok seleksi masuk Polri masih tetap terjadi. Dedi mencontohkan penipuan model itu di Sumatera Utara dan Cirebon.

BACA JUGA: Irjen Dedi: Pimpinan Polri Sudah Menegaskan tidak Segan Memberantas Praktik Calo maupun KKN

“Jadi, masih ada sebagian masyarakat (mudah terbujuk rayuan penipu, red),” tuturnya.

Polisi yang juga guru besar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu menegaskan masyarakat yang hendak mengikuti rekrutmen Polri harus percaya diri.

Menurut Dedi, peserta seleksi masuk Polri bisa lulus karena kemampuan dan kepercayaan diri.

“Jangan mudah percaya, ataupun jangan mudah merasa dengan menggunakan cara-cara mengeluarkan uang, kemudian percaya dengan beberapa oknum tertentu yang bisa meluluskan untuk menjadi polisi,” ucapnya.

Dedi menambahkan sudah banyak kasus penipuan bermodus rekrutmen Polri yang terungkap karena orang tua peserta seleksi mengaku telah tertipu dengan menyetorkan uang ke pihak tertentu.

Abiturien Akpol 1990 itu pun mengingatkan para pihak yang mau mengikuti seleksi masuk Polri tidak menggunakan cara-cara instan.

 “Pada kenyataannya, banyak yang tidak lulus. Karena apa? Karena semuanya boleh dikatakan persiapannya tidak maksimal. Persiapannya instan,” katanya.(Antara/JPNN.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penerimaan Polri 2023, Irjen Dedi: Masuk Polisi Gratis, No Calo, No KKN


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler