Sudah Sogok Pengajar, Ratusan Siswa Kejar Tak Lulus

Selasa, 10 September 2013 – 04:14 WIB

jpnn.com - SAGULUNG - Ratusan Siswa Kelompok Belajar (Kejar) paket A,B dan C di sejumlah kecamatan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau harus kecewa karena tidak lulus ujian paket yang dilaksanakan bulan April dan Juli lalu.

Ratusan siswa itu merasa tertipu dengan oknum guru dan tenaga pengajar Depdiknas. Pasalnya, mereka mengaku sudah membayar uang tambahan Rp 200 ribu per orang di luar biaya pendidikan paket, tetap saja ratusan siswa itu tak lulus.

BACA JUGA: Konflik di UISU Berlarut, Nuh Jengkel

"Ada sekitar 500 orang, kami disuruh bayar lagi Rp 200 ribu per orang oleh tenaga pengajar paket, agar kami lulus, tapi pengumuman empat hari lalu, kami tetap tak lulus," ujar Febri salah satu siswa paket C yang tak lulus saat ikut ujian paket di SMAN 5 Batam di Sagulung.

Malah, kata Febri pungutan uang jaminan kelulusan itu dipaksakan oleh sejumlah tenaga pengajar kelas paket. "Jika tak bayar kami diancam tak lulus. Makanya kami terpaksa bayar tapi tak lulus juga," ujar Febri lagi.

BACA JUGA: Pemerintah Memediasi Konflik di Internal UISU

Karena takut tidak lulus ujian paket, ratusan siswa paket akhirnya membayar uang jaminan kelulusan itu. Namun apesnya itu tak juga berhasil. Bahkan bulan Juli kemarin sempat diadakan ujian susulan, namun tetap juga tak lulus.

"Ujian pertama bulan April lalu, kami tak lulus, bulan Juli ujian lagi dan dijanjikan pasti lulus tapi hasilnya sama saja, yang lulus malah sebagian orang yang bayar lebih dari Rp 500 ribu," ujar rekan Febri yang lainnya di wilayah Sagulung.

BACA JUGA: Beasiswa Siswa Miskin SMK Mulai Cair

Sebenarnya para peserta paket ini ingin protes namun mereka takut nama mereka diblack list. Karena mereka memang sangat menginginkan ijazah paket baik untuk bekerja maupun lanjut kuliah.

Di Batam memang ada sejumlah sekolah pakte program diknas. Di antaranya di wilayah Sagulung, Batamcenter dan Sekupang. Lokasi ujian dilakukan di tiga tempat yang ditentukan.

"Kalau di sagulung ujia di SMAN 5 kemarin, nggak tahu kalau di Batamcenter dan Sekupang," kata Febri.
Febri sendiri sebenarnya ingin melaporkan kasus penipuan ini ke pihak berwajib namun dia takut tak bisa ikut pendidikan paket itu lagi.

"Biar diberitakan aja dulu pak, supaya pemerintah dan instansi terkait bisa mengecek kebenaran apa tujuan mengutip uang sebesar Rp200 ribu itu. Di Batam ini ada sekitar 2000 orang yang ikut paket dan yang lulus hanya sekitar 500 orang. Jadi kemana uang yang sisanya itu?," tanya Febri. (eja)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Muat Kata-kata Kasar, Desak Buku Bahasa Indonesia SMP Ditarik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler