Sujiatmi Menangis Jadi Saksi Sejarah Anak Sendiri

Rabu, 23 Juli 2014 – 08:08 WIB
Sujiatmi memotong tumpeng setelah KPU menyatakan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi pemenang Pilpres 2014. Foto: Iswara Bagus Novianto/Radar Solo/JPNN

jpnn.com - Seperti saat hari pencoblosan pilpres 9 Juli lalu, suasana di rumah keluarga Jokowi di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, kemarin (22/7) ramai dikunjungi sanak saudara, tetangga, serta para pendukung. Puluhan wartawan juga tidak tertinggal meliput aktivitas di dalam rumah itu sejak siang hingga tadi malam.

Ahmad Khairudin, Solo

IBUNDA Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, beserta tiga adik Jokowi –Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati– sejak acara rekapitulasi suara di KPU ditayangkan di dua stasiun televisi tidak pernah berdiri dari tempat duduk. Mereka menyimak dengan saksama tahap demi tahap penghitungan suara pilpres yang diikuti dua calon pasangan presiden-wakil presiden itu.

Suasana sempat tegang ketika kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memprotes KPU yang tidak mengindahkan tuntutan mereka untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah TPS di Jakarta. Apalagi ketika Prabowo kemudian mengumumkan ’’menarik diri’’ dari proses rekapitulasi suara yang diselenggarakan KPU.

BACA JUGA: Terus Berlatih agar Tidak Grogi di Depan Ilmuwan Dunia

Saat itulah Sujiatmi dan saudara-saudara Jokowi melakukan ’’break’’ untuk salat berjamaah dan menggelar doa bersama. ’’Kami berdoa agar semua berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujar Iit Sriyantini mewakili keluarga Sujiatmi.

Menurut pihak keluarga, sebenarnya kemarin tidak ada rencana untuk membuat acara nonton bareng rekapitulasi suara KPU seperti saat penghitungan cepat (quick count) lembaga-lembaga survei 9 Juli lalu. Hanya, pihak keluarga menyadari, pasti akan banyak sanak saudara dan pendukung Jokowi yang berdatangan ke rumah Sujiatmi.

BACA JUGA: Mengenal Musa, Hafiz Cilik yang Hafal 30 Juz Alquran

Karena itu, semula para wartawan pun tidak berani masuk ke rumah Jokowi. Apalagi rumah calon presiden periode 2014–2019 itu mulai dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Setiap tamu yang masuk ’’diperiksa’’ petugas soal keperluannya. Tampak beberapa mobil masuk melalui pintu sisi barat. Mereka ternyata adalah sanak saudara tuan rumah yang bermaksud menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga Sujiatmi.

Baru sore menjelang magrib keluarga Jokowi mempersilakan para wartawan untuk masuk. Tuan rumah, rupanya, telah menyiapkan makanan untuk buka bersama sore itu. ’’Yang penting sekarang buka puasa dulu. Liputannya nanti kalau sudah ada pengumuman resmi dari KPU,’’ ujar Budi Santoso, adik ipar Jokowi.

BACA JUGA: Pipik Kaget Alfie Alfandy Mirip sang Suami

Untuk takjil, para tamu, termasuk wartawan, disuguhi teh manis serta kue dan getuk ketela. Untuk makan, keluarga Jokowi menyajikan nasi gudeg yang dihidangkan dalam kotak. ’’Silakan teman-teman wartawan. Monggo dinikmati,’’ kata Budi.

Di ruang keluarga yang beralas karpet merah itu juga tampak kerabat, para relawan, simpatisan, serta tetangga yang berbuka bersama. Sambil menikmati nasi gudeg, mereka menyaksikan rekapitulasi suara KPU di televisi. Saat TV menampilkan gambar Jokowi-JK duduk bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteri BUMN Dahlan Iskan, serta sejumlah tokoh lain, tepuk tangan bergema di ruangan itu. Mereka menilai, kemenangan Jokowi-JK tinggal menunggu waktu pengesahan.
Begitu buka bersama selesai, acara diteruskan dengan salat magrib berjamaah. Setelah salat, imam Arif Rahman mengajak jamaah untuk mendoakan Jokowi-JK agar mendapat jalan terbaik dan amanah jika memimpin negeri ini. Doa ditutup dengan pembacaan Surah Al Fatihah.

Setelah berdoa, keluarga dan kerabat Jokowi kembali menyaksikan televisi. Mereka tampak tenang, meski dalam tayangan televisi belum ada keputusan resmi dari KPU.

Baru malamnya sekitar pukul 20.00, detik-detik yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba. KPU mengumumkan secara resmi hasil rekapitulasi suara Pilpres 2014 yang dimenangi Jokowi-JK. Spontan, Sujiatmi bersujud syukur. Adik-adik Jokowi serta kerabat dekat lainnya melakukan hal yang sama.

Tepuk tangan, pelukan, dan ucapan selamat disampaikan para tamu kepada Sujiatmi. Sujiatmi pun tidak bisa menahan air mata haru menjadi saksi sejarah satu-satunya anak laki-lakinya menjadi orang nomor satu di negeri ini. Dia tidak bisa berkata-kata, kecuali mengucap rasa syukur berkali-kali.

Ketika wartawan berusaha mewawancarai, Sujiatmi tetap tak bersedia mengucapkan kata-kata. Dia hanya menyatakan rasa lega setelah KPU mengumumkan Jokowi-JK memenangi pilpres. ’’Saya plong, plong. Alhamdulillah...,’’ ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sesaat kemudian, sebuah tumpeng disiapkan di tengah ruangan. Sujiatmi diminta memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada para tamu. Tepuk tangan dan yel-yel yang meneriakkan nama Jokowi-JK mewarnai suasana bahagia di rumah Sujiatmi yang asri itu. (*/c5/ari)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kepulangan Terakhir Yuli Bersama Suami dan Dua Buah Hati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler