Sujud Sutrisno, Seniman Kendang yang Kini Merana

Alami Gangguan Kornea, Ditinggal Istri Pergi

Sabtu, 05 Februari 2011 – 00:11 WIB
Sujud "Kendang" Sutrisno. Foto : Dokumentasi Pribadi

Jika Anda pernah lama tinggal di Yogyakarta, mungkin pernah mendengar atau mengenal nama Sujud Sutrisno, atau yang lebih dikenal dengan nama Sujud KendangKini, kondisi seniman kocak itu memprihatinkan karena gangguan penglihatan dan ditinggal istri.

===================
  Reren Indranila, Jogja
===================

SENIMAN kendang yang sering mengamen berkeliling Jogja itu tak bisa beraktivitas seperti dulu lagi

BACA JUGA: Ketika Warga China Benteng Rayakan Imlek di Lahan Sengketa

Kondisi matanya tak memungkinkan Sujud menyusuri jalanan sendirian
Aktivitasnya menyusuri satu kampung ke kampung sebagai pemungut pajak rumah tangga (PPRT) juga tak lagi dilakoninya

BACA JUGA: Awalnya Hendak Hadiri Wisuda, Sekeluarga Hilang Dalam Kerusuhan Mesir

Otomatis, pemasukan pun tak ada


Kini, Sujud hanya mengandalkan panggilan untuk pentas saja

BACA JUGA: Rumitnya Kasus 5 Anak Memperkosa 2 Korban yang Juga Anak-Anak

Itu pun terbatas, tak setiap hari dirinya dipanggil untuk mengisi sebuah acaraSujud berharap operasi cangkok korneanya nanti berjalan lancar, agar penglihatannya kembali sempurna.

Semenjak mengalami gangguan penglihatan, Sujud memang kerap meminta bantuan kepada kawan-kawannya, sekedar untuk mengantar ke sebuah lokasi pertunjukan, atau hanya sekedar menemaninya makan.  Sejak awal tahun lalu, Sujud tinggal sendirian di rumahnya yang beralamat di Rt 51 Rw 11 Badran, Jogja

Istrinya, Mamik Sumaryati, pergi sejak satu setengah bulan laluSujud sendiri tak tahu istrinya ada di manaDengan kondisi mata yang tak dapat melihat sempurna, Sujud tak mampu lagi mencarinya

Apalagi untuk mencari nafkah, Sujud hanya mengandalkan panggilan untuk mengisi di sejumlah acara sajaItu pun, tak tiap hari ada sehingga Sujud harus benar-benar menghemat.

“Istri saya memang sering pergi jika sedang ada persoalanSudah satu setengah bulan tak pulang kerumahJadi ya tinggal dirumah sendiri, untungnya keluarga saya rumahnya tak terlalu jauh dari rumah sayaAnak dari istri terdahulu juga kerap mengunjungi saya,” ujar pria kelahiran 20 September 1953 ini seperti dikutip Radar Jogja (grup JPNN).

Sujud menuturkan, sejak penglihatannya terganggu dirinya lebih banyak berada di rumahSebetulnya, Sujud sudah rindu untuk menyusuri kampung-kampung seperti dulu lagiNamun apa daya, penglihatan yang terbatas membuatnya harus berdiam diri dirumah dan menunggu panggilan untuk manggung

Biasanya, jika ada undangan untuk mengisi acara Sujud akan langsung menghubungi teman lamanya, RedhoSujud minta diantar ke lokasi pertunjukan, dan ditunggui hingga pentas selesai

“Biasanya saya telfon, kadang juga teman saya ini datang kerumahHampir setiap hari, Redho, datang kerumah sayaSaya sangat bersyukur, memiliki teman yang bisa diandalkanBegitu pula dengan teman-teman senimanBiasanya, undangan pentas datang dari mereka,” ungkapnya.

Hasil pentas yang diterimanya bervariasi, mulai Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribuUang yang diperolehnya dari satu panggung ke panggung, untuk biaya hidup sehari-hariKadang kala jika ada sisa, ditabungnya untuk hari esok karena undangan pentas tak setiap hari ada

Sujud mengungkapkan, meski pendapatan yang diperolehnya dari manggung lebih banyak namun dirinya lebih senang menyusuri kampungSebab, dirinya bisa bertemu dengan warga lainnya, dan berbincang-bincang dengan warga yang ditemuinya.

“Kalau keliling jadi PPRT biasanya sehari dapat Rp 35 ribu, kalau saat ramai bisa mencapai Rp 75 ribuUang itu biasanya saya pakai untuk membayar listrik, pajak bangunan, dan lainnyaMaka pas kalau saya ini sebagai PPRT karena uang yang saya hasilkan juga untuk bayar pajak,” ujarnya sembari tertawa.

Rencananya, Sujud akan menjalani operasi kornea mata untuk memulihkan penglihatannyaSujud berharap usai operasi cangkok kornea nanti, penglihatannya bisa kembali normal sehingga bisa menyusuri kampung dengan kendangnya lagi

Sujud merasa sangat terharu dengan dukungan yang diberikan oleh teman-teman seniman Jogja karena kepedulian dan penggalangan dana untuk biaya operasiSetidaknya sudah lebih dari Rp 10 juta dana terkumpul untuk biaya operasinya.

Teman lama Sujud, Redho, juga berharap agar Sujud dapat sembuh dari penyakitnyaMenurutnya, kehidupan Sujud cukup berliku

Redho mengharapkan Sujud yang usianya tak lagi muda, mendapatkan segala kemudahan untuk melanjutkan hidupnya“Meski dalam kondisi sakit tapi Pak Sujud tetap semangat dalam menjalani hidupSaya pun tergerak untuk membantunya, kami berteman sudah cukup lamaSemenjak pak Sujud sakit saya sering berkunjung ke rumahnya,” tutur Redho yang tinggal di Sleman ini.(ara/jpnn)



BACA ARTIKEL LAINNYA... Saya akan Kembali Senin Nanti


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler