Sukhoi Gunung Salak Tujuh Bulan, AirAsia Berapa Lama?

Selasa, 13 Januari 2015 – 07:40 WIB
PERANTI PENTING: Anggota TNI memindahkan Black Box Air Asia QZ8501 dari KRI Banda Aceh ke kotak khusus yang berisi air. (12/1). Foto: Guslan Gumilang/Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA – Salah satu bagian pesawat terpenting, black box FDR (flight data recorder) yang menyimpan data penerbangan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata 28 Desember lalu, berhasil diamankan dan siap dianalisis para ahli penerbangan di laboratorium KNKT di Jakarta tadi malam.

Saat FDR mulai dianalisis, tim SAR pagi ini menuntaskan misi berikutnya yang tak kalah penting. Yakni, mengangkat bagian black box berikutnya, CVR (cockpit voice recorder).

BACA JUGA: Budi Calon Kapolri, Ini Sikap Para Pentolan Komisi III DPR

Black box terdiri atas dua bagian, FDR dan CVR. Jika FDR memuat data penerbangan, CVR memuat percakapan pilot dan kopilot di kokpit pesawat. Meski bernama black box (kotak hitam), FDR dan CVR sesungguhnya berwarna oranye.

Dua perekam itu disebut kotak hitam karena hitam dikonotasikan dengan sesuatu yang buruk. Jika kondisi pesawat baik, kotak hitam tidak akan digunakan dan tersimpan di bagian belakang pesawat.

BACA JUGA: Pesawat Hantam Air Lantas Meledak

Saat menerima FDR di kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tadi malam, pukul 18.30, Kepala Subkomite Investigasi Udara Masruri mengatakan bahwa secara visual, kondisi black box bagus. ”Tidak terlihat ada kerusakan fisik luar,” ujarnya.

Berdasar pengalaman tim KNKT, jika secara fisik kondisi black box bagus, dalamnya dipastikan juga bagus. ”Artinya, data di kotak hitam masih terjaga dengan baik meskipun ada kecelakaan. Pengalaman kami seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Serpihan Pesawat Hanyut Hingga Tanjung Emas Semarang

Berapa waktu yang dibutuhkan KNKT untuk menganalisis black box? Masruri tidak bisa memastikan. Dia membandingkannya dengan black box pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.

Saat itu tim KNKT bisa menyelesaikan investigasi selama tujuh bulan. ”Jadi, kami tidak bisa memastikan. Namun, kami optimistis bisa menyelesaikan dengan cepat,” jelasnya.

Masruri yakin investigasi akan cepat. Sebab, saat ini tim KNKT dari Prancis sudah datang. Menurut dia, bantuan tim Prancis sangat diharapkan karena AirAsia QZ8501 merupakan pesawat jenis Airbus yang dibuat di Prancis. ”Jika kami ingin data terkait Airbus, mereka siap menyediakan,” jelasnya. (gun/sep/riq/aph/bil/c10/kim)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wajibkan Pemda Ajukan Formasi CPNS Lewat IT agar Lebih Hemat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler