Sukses Cegah Tawuran, Kakak Hasto Jadi Caleg PDIP di Sleman

Selasa, 27 November 2018 – 16:39 WIB
Rita Nurmastuti (berdiri paling kanan) berpose bersama Ketua DPP PDIP Djarot S Hidayat dalam Rapat Konsolidasi DPC PDIP Sleman, Senin (27/11). Foto: Humas DPP PDIP

jpnn.com, SLEMAN - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menggelar rapat konsolidasi untuk Pemenangan Pemilu 2019, Senin (26/11). Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan hadir langsung dalam rapat konsolidasi itu.

Selain Hasto, ada pula Ketua DPP PDIP Djarot S Hidayat. Dalam kesempatan itu, Djarot mengajak peserta Rapat Konsolidasi DPC PDIP Sleman untuk berdialog.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: Ya Sudah, Ahok Ketahuan

Mantan gubernur DKI itu meminta peserta rapat dari kalangan perempuan untuk mengacungkan jari guna maju ke depan dan memaparkan keunggulan Joko Widodo yang menjadi calon presiden (capres) PDI Perjuangan. Di antara kader perempuan yang mengacungkan jarinya ada sosok perempuan berjilbab.

“Ya, Bu Rita. Sudah lama saya kenal,” ujar Djarot sembari menunjuk ke arah Rita yang duduk di barisan tengah peserta rapat konsolidasi.

BACA JUGA: Ingin Ahokers Pilih Jokowi, Ahok Isyaratkan Masuk ke PDIP

Ternyata, Rita pernah menjadi anak buah Djarot di DKI. Perempuan bernama lengkap Rita Nurmastuti itu pernah dipercaya menjadi kepala sekolah SMA Negeri 70 Jakarta saat Djarot menjadi wakil gubernur DKI.

Djarot menunjuk Rita sebagai kepala sekolah perempuan pertama di SMA N 70 Jakarta. Misinya adalah mengakhiri tawuran antara pelajar SMA N 70 dengan SMA 6 Jakarta yang lokasinya berdekatan Kebayoran Baru.

BACA JUGA: Hasto Dorong Kader PDIP Makin Kreatif demi Pikat Milenial

"Tujuannya agar ketegangan antar-dua sekolah ini bisa mereda," kata Djarot.

Ternyata, Rita adalah kakak kandung Hasto Kristiyanto. Djarot pun sempat kaget ketika dahulu bertemu Rita yang langsung memperkenalkan diri.

“Saya juga kaget, karena kenal beberapa nama Hasto. Ada Pak Hasto Kristiyanto, ada Hasto Wardoyo (bupati Kulonprogo). Ternyata kakaknya Pak Hasto Sekjen,” tutur Djarot.

Mantan gubernur DKI itu pun mengakui keberhasilan Rita sebagai kepala sekolah SMD 70 Jakarta. “Sekarnag sudah tak ada berita tawuran lagi, kan?” ujar Djarot.

Rita telah pensiun sejak September 2018. Kini, dia menjadi calon anggota legislatif (caleg) PDIP untuk DPRD DIY dari daerah pemilihan Sleman.

“Semoga Bu Rita berhasil juga di Sleman,” ujar Djarot.

Sedangkan Rita menceritakan jurusnya mengerem kebiasaan pelajar di SMA N 70 Jakarta tawuran dengan SMA N 6 Jakarta. Dia menggenakan pendekatan persaudaraan.

“Bahwa kekerasan itu harus diputus. Saya ajak (siswa, red) jangan ingat-ingat lagi yang pernah meninggal karena tawuran. Ke depan jalin hubungan lebih baik," beber Rita.

Selain itu, Rita juga menggelar perayaan hari besar keagamaan yang melibatkan kedua sekolah. Misalnya, untuk perayaan Iduladha.

Rita mengubah kebijakan para kepala sekolah SMA N 70 sebelumnya yang selalu memaksa siswa bermasalah untuk mundur atau pindah ke sekolah lain. "Jadi 13 kepala sekolah sebelumnya, siswa selalu dipaksa berhenti, mundur, atau dipindahkan karena kasus-kasus,” katanya.(gwn/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Djarot Ajak Kader PDIP di Bawah Tonjolkan Politik Berbudaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler