Sukses Terapkan Transformasi Digital, 96,7 Persen Nasabah BRI Pakai Digital Channel

Senin, 28 Februari 2022 – 12:05 WIB
Kini 96,7 persen aktivitas nasabah BRI menggunakan digital channel. Foto: Dok BRI

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses mengembangkan teknologi digital di era disrupsi.

BRI berhasil menjadi technology company dengan lisensi bank berkat masifnya penerapan transformasi digital.

BACA JUGA: Ramalan Bos BRI soal Perekonomian Indonesia 2022 Bikin Lega

Hal itu sejalan dengan isu prioritas Presidensi G20 yang akan mendorong agenda transformasi digital di Indonesia.

Posisi G20 cukup signifikan dalam isu kebijakan pemanfaatan teknologi digital.

BACA JUGA: BRI Wujudkan Champion of Financial Inclusion lewat Penerapan ESG pada Kredit UMKM

Saat ini, pemanfaatan teknologi digital dilakukan di hampir seluruh kegiatan ekonomi di dunia.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo menjelaskan, perseroan memiliki teknologi khas.

BACA JUGA: Hadirkan Terobosan Pembiayaan Rumah, BRI Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Kami membangun teknologi secara mandiri, tidak menggunakan vendor. Produknya seperti BRISpot yang merupakan aplikasi pengajuan kredit. Selain itu, ada AgenBRILink. Ini menunjukkan bahwa BRI merupakan technology company yang mempunyai lisensi bank,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, 96,7 persen aktivitas nasabah menggunakan digital channel.

Pengguna BRImo pada 2021 bertumbuh secara pesat sekitar 56,4 persen year-on-year (yoy) menjadi 14,2 juta dari 9,1 juta pada 2020.

Kemudian, jumlah transaksi meningkat sekitar 66,2 persen yoy dari 766 juta transaksi pada 2020 menjadi 1,27 miliar transaksi pada 2021.

Nilai transaksi melalui BRImo pada 2021 mencapai Rp 1.345 triliun atau meningkat 581,1 persen yoy dari Rp 197 triliun pada 2020.

Indra menambahkan, BRISpot telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi karena di dalamnya melibatkan lebih dari 100 ribu loan officers dan approvers.

Dengan didukung lebih dari 140 fitur, produk ini sangat membantu segmen mikro, kecil, maupun konsumer.

Di samping itu, AgenBRILink diperkuat lebih dari 500 ribu agen di seluruh Indonesia.

Jumlah transaksi melalui AgenBRILink pada 2021 mencapai 928 juta, meningkat 27,5 persen yoy dari 728 juta transaksi pada 2020.

Nilai transaksi AgenBRILink pada 2021 naik sekitar 35,6 persen yoy menjadi Rp 1.143 triliun dari Rp 843 triliun pada 2020.

Fee income pada 2021 telah mencapai Rp 1,19 triliun atau naik 3 persen yoy dari Rp 1,15 triliun pada 2020.

“Kami sudah melihat pertumbuhan yang luar biasa dari waktu ke waktu,” tambah Indra.

Pengembangan Talent di Era Digital

Keberhasilan transformasi digital ini berpengaruh pada talent yang dimiliki BRI.

Indra mengatakan, talent BRI semakin terdigitalisasi di unit teknologi maupun di sisi SDM bisnis. 

Karena itu, mindset perlu digeser ke arah digital yang perubahannya sangat dinamis.

Talent digital juga harus memiliki agility, kecepatan, dan daya kreatif tinggi.

Hal ini diiringi dengan literasi dan validasi data. 

Dengan masifnya digitalisasi, perseroan membangun environment yang bernama project to product, yakni IT tidak sekadar menjadi komponen pendukung.

“Kami selalu siap mulai dari planning, forward looking, hingga sensing apa yang berkembang, apa yang sekarang menjadi tren,” ujar Indra. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler