Sulap Bali Lebih Ramah Lingkungan, PUPR dan KLHK Usung Konsep The Bigger The Better

Minggu, 21 November 2021 – 21:41 WIB
Kementerian PUPR juga akan membenahi akses jalan Tol Bali-Mandara sebagai persiapan Bali menjadi pusat penyelenggaraan KTT G20 tahun depan. Foto: Kementerian PUPR

jpnn.com, DENPASAR - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan pihaknya akan membuat Bali menjadi lebih ramah lingkungan melalui pembenahan infrastuktur dan penghijauan kawasan.

Upaya ini dilakukan untuk mempersiapkan Pulau Dewata itu sebagai pusat lokasi penyelenggaraan KTT G20 tahun depan.

BACA JUGA: Tol Bali Mandara Dilengkapi Alat Pengukur Kecepatan Angin Berbasis IoT

Sebagai salah satu persiapan mewujudkan rencana tersebut, Menteri Basuki bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan survei lapangan untuk mempersiapkan showcase Konservasi Mangrove KTT G-20.

Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmadja.

BACA JUGA: Kemenpora Dorong Partisipasi Pemuda Dukung KTT G20 2022

Menteri Basuki menyampaikan Kementerian PUPR akan melaksanakan peningkatan kualitas prasarana dan sarana Mangrove Research Center di kawasan Benoa.

Pengembangan mangrove merupakan salah satu bentuk komitmen dan kontribusi Indonesia untuk dalam merespon berbagai isu lingkungan dan perubahan iklim.

"Kementerian PUPR bersama Kementerian LHK akan menyiapkan lokasinya dengan konsep the bigger the better. Jadi lebih besar lebih baik, kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia memiliki dan dapat mengembangkan potensi mangrove dengan baik," ujar Menteri Basuki melalui keterangan yang diterima Minggu (21/11).

Kementerian PUPR juga akan membenahi jalan akses mulai dari bandara Ngurah Rai hingga ke venue di Nusa Dua, termasuk di ruas Tol Bali Mandara, serta jalan-jalan utama menuju venue KTT G20.

Penataan kawasan Mangrove Tahura juga akan dilakukan seperti peningkatan kualitas elevated deck untuk jalur pejalan kaki yang nantinya akan digunakan sebagai jalur kepala negara anggota G20, penataan area parkir, toilet, serta peningkatan aksesibilitas menuju lokasi.

Penyelesaian kegiatan ditargetkan pada Juni 2022 dan dilanjutkan dengan penyemaian mangrove rintisan yang selesai di September 2022.

Menteri Basuki menambahkan dengan rencana waktu tersebut diharapkan pada Oktober tahun depan lokasi telah siap untuk menjadi showcase Konservasi Mangrove KTT G20. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler