Sultan DPD RI Merespons Kontroversi Pergeseran Hari Libur Maulid Nabi, Simak

Selasa, 19 Oktober 2021 – 18:23 WIB
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta umat Islam Indonesia tidak mempersoalkan digesernya peringatan hari libur Maulid Nabi dari tanggal 19 ke tanggal 20 Oktober oleh pemerintah.

“Peringatan Maulid merupakan simbol kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Yang paling penting bagi kita sebagai umatnya adalah bagaimana membuktikan rasa cinta itu dengan meneladani sikap dan akhlak beliau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadilah umat Muhammad yang substansial,” ungkap Sultan Najamudin di Jakarta, Selasa (19/10).

BACA JUGA: Libur Maulid Nabi Digeser, ASN Pemprov Jatim Diwajibkan Share Live Location

Menurut Sultan, pemerintah tentu memiliki pertimbangan dan tanggung jawab untuk mengatur ruang sosial masyarakat yang bertujuan untuk menghindari kemudaratan atau hal-hal yang berpotensi menyebabkan kejadian yang berdampak fatal di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kaidahnya jelas, bahwa menghindari kemudaratan itu lebih utama daripada mendapatkan keutamaan sebuah kebaikan,” kata Sultan.

BACA JUGA: Mengenal Sejarah Maulid Nabi

Sebagai warga bangsa yang bijak, tambah Sultan, kita harus tetap waspada dan menaati setiap imbauan dan aturan ulil amri atau pemerintah. Sebab masih sangat mungkin terjadi ledakan baru Covid-19, jika kita ceroboh dan tidak taat protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

Saat ditanya tentang pesan dan kesan peringatan Maulid kali ini, pimpinan lembaga tinggi negara termuda ini mengungkapkan dirinya sangat terinspirasi dengan sikap politik Rasulullah Muhammad SAW ketika mempersatukan penduduk Madinah yang cukup heterogen dengan konsensus sosial yang terkenal yaitu perjanjian Hudaibiyah atau Piagam Madinah.

BACA JUGA: Mohon Maaf, Libur Maulid Nabi Digeser Lagi

“Sebagai bangsa yang bineka, kita patut meneladani keberanian moral dan kebesaran jiwa politik Rasulullah dalam menata kehidupan sosial politik dan ekonomi negara Madinah dengan prinsip kesetaraan dan keadilan. Beliau peletak dasar prinsip negara bangsa,” ujar Sultan.(jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler