Sumba Timur Tunggu Realisasi Janji SBY

APBN Rp146 M Tak Kunjung Cair

Senin, 08 April 2013 – 07:03 WIB
WAINGAPU - Janji presiden SBY mengalokasikan dana pengembangan sektor peternakan sebesar Rp 146 miliar ke kabupaten Sumba Timur hingga Minggu (7/4) kemarin tak  kunjung direalisasikan.

Padahal, Pemkab Sumba Timur melalui Dinas Peternakan sudah menyampaikan  Rencana Anggaran Pembiayaan (RAP) dan desain IPB ke Kementerian  Keuangan RI.

Kadis Peternakan Sumba Timur, Yunus Damu Wulang kepada Timor Express (Grup JPNN) di Waingapu Minggu kemarin mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian di Jakarta.

"Katanya masih berproses. Kita sudah berulangkali melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian di Jakarta. Mungkin dimasukkan  anggarannya dalam perubahan APBN 2013 ini sehingga belum direalisasikan," paparnya.

Dikatakan,  dari total dana tersebut, diperuntukkan bagi pengadaan ternak dan pembangunan sarana dan prasarana penunjangnya.

"Dari dana yang dajanjikan presiden SBY ketika berkunjung ke Sumba Timur tahun 2012 lalu, kita merencanakan Sumba Timur  sebagai pusat pengembangan sapi ongole. Untuk itu, kita merencanakan mendatangkan bibit sapi ongole yaitu pejantan dari luar Sumba,"paparnya.

Alokasi anggaran untuk pengembangan ternak di Sumba Timur dari dana tersebut kepada masyarakat menurut Damu Wulang, menggunakan sistem kelompok.

"Alokasi anggarannya kepada petani peternak  menggunakan sistem kelompok. Kelompok peternak tersebut kita seleksi. Ini untuk mencegah hal hal yang tidak kita inginkan. Setelah semua sarana penunjang dibangun maka  langkah selanjutnya adalah peningkatan infrastruktur penunjang lainnya berupa sarana jalan sehingga memmudahkan dari sisi transportasi. Ini untuk memudahkan petani memasarkan hasil ternak yang dikembangkannya dari dana tersebut,"ujarnya.

Damu Wulang berharap,  alokasi APBN sebesar Rp 146 miliar itu agar  sektor peternakan di  Sumba Timur dapat lebih berkembang.

"Pulau Sumba khususnya kabupaten Sumba Timur sejak jaman penjajahan Belanda sudah ditetapkan sebagai wilayah pengembangan sapi ongole karena dari sisi topografis dan kultur budaya masyarakat Sumba Timur memang sangat cocok untuk pengembangan ternak khususnya sapi jenis ongole," pungkasnya. (jun)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perwira Ditembak Bintara, Kepemilikan Senpi Diperketat

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler