Sumsel Diserang Panas Ekstrim

Senin, 26 Maret 2012 – 13:49 WIB

PALEMBANG - Sudah sepekan ini, panas menyelimuti kota Palembang dan sekitarnya.  Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, cuaca panas sudah ekstrim. Melampaui batas normal, mencapai 34,6 derajat celcius. Biasanya, antara 32 sampai 33 derajat celcius.

Menurut Kepala BMKG Kenten Palembang Muhammad Irdam, fenomena alam ini disebabkan oleh keberadaan matahari yang setiap tahun posisinya selalu berubah dua kali yakni pada 22 Maret dan 21 September. Sepekan ini, matahari berada di atas garis equator khatulistiwa atau dekat dengan bumi.

Kondisi inilah yang menimbulkan cuaca panas yang terjadi pada siang dan malam hari. Namun, cuaca panas yang terjadi saat ini tidak sampai berlangsung lama. Sebab, sudah dua hari belakangan secara perlahan arah matahari mulai bergerak ke arah utara  otomatis dapat mengurangi cuaca panas.

“Cuaca panas memang sudah terjadi lima hari belakangan. Puncaknya terjadi dua hari lalu yakni tanggal 21-22 Maret kemarin yang mencapai 34,6 derajat celcius. Temperatur panas ini tergolong tinggi dari batas normal antara 32 sampai 33 derajat celcius,” kata Irdam kepada koran ini.

Ia menjelaskan, pergerakan matahari pada Maret ini mengarah ke utara yang memengaruhi musim peralihan yakni penghujan ke kemarau. Musim peralihan,  diprediksi BMKG akan masuk antara bulan April ke Juni. Dimana pada musim tersebut diselingi dengan berkurangnya intensitas hujan dan lebih banyak terjadi angin kencang.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada akan angin kencang saat musim peralihan.“Biasanya musim peralihan angin lebih kencang. Fenomena ini lumrah terjadi, khususnya di daerah terbuka. Kepada masyarakat diimbau untuk waspada angin kencang atau puting beliung di saat musim peralihan. Tapi tidak terjadi setiap hari, hanya saja secara sporadis,” beber dia.

Sementara itu, Ake (26) warga Perumans mengeluhkan sudah sepekan ini cuaca cukup menyiksanya karena membuat tubuh berkeringat dan sulit bernapas. Dia berharap kondisi seperti ini tidak berlangsung lama karena dia khawatir akan terserang penyakit.

“Panasnya luar biasa. Semua orang rata-rata mengeluhkan panas. Kemarin saya malah mandi malam hari karena sudah tidak tahan lagi. Angin juga sedikit  berhembus jadi terasa pengap sekali kalau di dalam rumah ataupun saat di kamar,” ujarnya kesal.

Dia khawatir gara-gara udara panas ini akan berdampak pada kesehatan dirinya. Untuk itulah, mengimbangi kondisi cuaca panas saat ini, dia lebih banyak mengonsumsi air dingin berlebih. “Kepinginnya minum yang dingin-dingin terus, jadinya tambah seger. Semoga saja tidak sakit,” ujarnya.(wek/ce2)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Lokasi Pembuatan Video Porno Digeruduk Massa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler