Survei Elektabilitas Capres, Prabowo Digoyang Ganjar, Kang Emil Melesat

Senin, 05 Oktober 2020 – 16:30 WIB
Hasil survei Voxpopuli Research Center terkait elektabilitas capres. Foto: ANTARA/HO-Survei Voxpopuli Research Center

jpnn.com, JAKARTA - Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto melemah dari 18,6 persen pada bulan Juni 2020 menjadi 17,1 persen berdasarkan hasil survei Voxpopuli Research Center.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melesat dari 15,6 persen menjadi 17,6 persen, atau naik 2 persen.

BACA JUGA: Survei Capres 2024: Gajar Lampaui Prabowo, Bro Giring Masuk 8 Besar

Dengan kenaikan itu, posisi Ganjar kini telah menyalip Prabowo dengan selisih tipis 0,5 persen.

"Ganjar berhasil mengungguli Prabowo, memastikan posisi Ganjar sebagai penantang kuat jika Prabowo maju calon presiden pada Pemilu 2024," kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (5/10).

BACA JUGA: Hutan Tenjo Bogor Tempat Pelarian Cai Changpan Dikepung Aparat

Kenaikan elektabilitas Ganjar paralel dengan kepala daerah lain, yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Seperti halnya Ganjar, elektabilitas Kang Emil juga melesat dari sebelumnya 10,6 persen menjadi 13,2 persen, atau naik 2,6 persen," kata Dika.

BACA JUGA: Bu TI Hanya Diam di Rumah, tetapi Hartanya Banyak Banget, Mau Tahu dari Mana?

Menurut Dika, pertarungan menuju 2024 sekarang dikuasai tokoh-tokoh berlatar belakang kepala daerah.

Selain Prabowo, penurunan elektabilitas juga dialami oleh mantan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dari 9,3 persen menjadi 8,5 persen.

Di sisi lain, dinamika antara kepala daerah pun terjadi, Ganjar dan Kang Emil paling diunggulkan, sedangkan tokoh-tokoh lain, seperti Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, dan Tri Rismaharini mengalami penurunan elektabilitas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun paling dalam dari 11,3 persen menjadi 9,4 persen, atau turun 1,8 persen, sedangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah turun dari 6,4 persen menjadi 5,6 persen, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun dari 5,1 persen menjadi 3,8 persen.

Selain nama-nama tersebut, ada pula Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang turun dari 3,0 persen menjadi 2,1 persen.

Berikutnya, Menteri BUMN Erick Thohir dari 3,7 persen menjadi 2,0 persen, sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD dari 1,1 persen naik tipis menjadi 1,2 persen.

Dinamika antara tokoh nasional dan kepala daerah ditengarai terjadi seiring dengan kemunculan tokoh-tokoh baru. Sejumlah nama yang sebelumnya hanya meraih elektabilitas di bawah 1 persen, kini mewarnai bursa capres.

"Bahkan, ada nama yang sama sekali tidak muncul pada survei sebelumnya, yaitu Plt. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha, memimpin dengan elektabilitas mencapai 2,3 persen," kata Dika memaparkan.

Nama-nama lain adalah Ketua DPR RI Puan Maharani (0,4 persen-1,7 persen), mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti (0,3 persen-1,5 persen), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (0,2 persen-1,1 persen), dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (0,1 persen-1,0 persen).

Menurut Dika, peta elektoral terbaru ini menunjukkan dinamika yang menarik. Akan tetapi, semua akan tergantung pada perkembangan berikutnya, dukungan partai politik, dan presidential threshold.

Sementara itu, masih ada nama-nama lain (1,4 persen) dan tidak tahu/tidak jawab (10,5 persen).

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada tanggal 11—20 September 2020 melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler