Survei indEX: Demokrat Meroket, PKS Anjlok, NasDem Paling Parah

Kamis, 29 Desember 2022 – 18:33 WIB
Hasil Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research terkait tren elektabilitas partai politik, diterima di Jakarta, Kamis (29/12/2022). Foto: ANTARA/HO-indEX

jpnn.com, JAKARTA - Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan peningkatan elektabilitas Partai Demokrat, yakni dari 4,7 persen pada Juli 2022 menjadi 7,4 persen pada Desember 2022.

"Di tengah stagnan nya partai-partai politik, Demokrat justru mengalami kenaikan tingkat elektabilitas," ucap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam hasil survei yang diterima di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA: Anies Diberi Nama Yohanes oleh Pemuka Agama Papua, NasDem Bilang Itu Apresiasi

PDIP masih tetap unggul dengan elektabilitas mencapai 18,5 persen, disusul oleh Gerindra sebesar 12,0 persen. Peringkat ketiga diraih Demokrat dengan elektabilitas 7,4 persen.

Melejit nya elektabilitas Demokrat menggeser Golkar ke peringkat keempat, sebesar 7,1 persen. Seperti halnya PDIP dan Gerindra, tren elektabilitas Golkar cenderung stagnan.

BACA JUGA: NasDem Bakal Gerah Jika Kadernya Kena Reshuffle dari Kabinet Jokowi

Demikian pula dengan PKB yang meraih elektabilitas 6,8 persen. Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia juga mengalami kenaikan elektabilitas, kini mencapai 6,2 persen.

Hanya PKS yang mengalami penurunan elektabilitas, sekarang tersisa 5,6 persen.

BACA JUGA: Elektabilitas PKB Salip Demokrat dan NasDem, Prabowo Unggul Kandidat Capres

Menurut Vivin, belum ada peningkatan eskalasi politik yang berarti sepanjang tahun 2022.

Terbentuknya koalisi partai-partai seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya masih sebatas penjajakan dan upaya untuk konsolidasi.

"Dinamika justru terjadi di kalangan partai-partai oposisi, di mana Demokrat dan PKS mengalami fluktuasi naik dan turun," ucap Vivin.

Rivalitas muncul di antara kubu oposisi, khususnya dalam mendesakkan kepentingan masing-masing untuk menggolkan figur calon wakil presiden yang bakal diusung untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sejauh ini, baru NasDem yang secara resmi mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden, tetapi koalisi yang di gadang-gadang dengan melibatkan Demokrat dan PKS tidak kunjung terealisasi. Rencana ketiga partai untuk mengumumkan koalisi pada 10 November lalu batal terwujud.

"Demokrat dan PKS berharap bisa meraih coattail effect dari pencapresan Anies, karena itu figur cawapres menjadi titik sentral persaingan kedua partai," ucap Vivin.

Sementara itu, tuturnya melanjutkan, NasDem belum pulih dari anjlok nya elektabilitas, kini masih terbenam di angka 1,7 persen.

Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 Desember 2022 terhadap 1.200 orang mewakili semua provinsi. Responden dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) dan diwawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler