Survei KedaiKOPI: Sisi Kesehatan Lebih Diperhatikan ketimbang Ekonomi Selama Pandemi Covid-19

Senin, 14 September 2020 – 22:22 WIB
Warga RW 07 Jembatan Besi, Tambora menjalani tes usap COVID-19 di Jakarta, Kamis (14/5). Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Kecamatan Tambora

jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat condong memperhatikan sisi kesehatan dibandingkan sektor ekonomi, selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal itu diketahui setelah Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menggelar survei dengan tema "Covid-19 Nasional".

Sebanyak 75,5 persen responden survei menyatakan bahwa kesehatan lebih penting diurusi daripada ekonomi, selama berlangsungnya pandemi. Sisanya 24,5 persen memilih ekonomi lebih penting selama pandemi.

BACA JUGA: Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19, Ekonomi Bisa Cepat Pulih

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan, hasil survei kali ini seperti mempertegas temuan pihanya beberapa bulan lalu.

Mengacu survei KedaiKOPI periode Juni 2020, responden juga menginginkan sektor kesehatan sebagai prioritas menangani pandemi.

BACA JUGA: WHO Sampaikan Data Terbaru Kasus COVID-19 Global, Sungguh Bikin Lemas

Kala itu, sebanyak 63,4 responden condong memilih kesehatan menjadi prioritas selama pandemi. Sisanya condong berpihak ke sektor ekonomi.

"Jadi, ada peningkatan persepsi terhadap pentingnya kesehatan lebih dari sebelas persen dalam rentang waktu Juni hingga September ini," beber Kunto dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Senin (14/9).

BACA JUGA: Suara Marni Bergetar, Menahan Kesedihan Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Kunto menambahkan, kesadaran responden akan pentingnya kesehatan selaras dengan rendahnya kepercayaan bahwa masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19.

Hanya 31,8 persen responden yang menjawab bahwa mereka percaya masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19. Di sisi lain, 68,2 persen responden tidak percaya masyarakat Indonesia kebal Covid-19.

"Kesadaran akan pentingnya kesehatan juga berbanding lurus dengan persepsi kepercayaan yang rendah bahwa masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19," terang Kunto.

Selain itu, ujar dia, masyarakat mulai banyak menaruh perhatian terhadap pembuatan vaksin Covid-19. Mengacu survei yang sama, responden menaruh tanggapan positif atas pembuatan vaksin.

Sebanyak 65,2 persen responden menyatakan bahwa mereka percaya pemerintah akan menemukan vaksin Covid-19 ini. Sisanya 34,8 persen tidak percaya pembuatan vaksin Covid-19 itu.

"Kepercayaan yang tinggi tersebut juga berimbas kepada optimisme responden terhadap vaksin lokal yang dikembangkan pemerintah yaitu Vaksin Merah Putih. Sebanyak 70,1 persen merasa optimis terhadap vaksin lokal tersebut," ujar dia. (ast/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler