Survei Terkini: Pendukung Ahok Masih Bisa ke Lain Hati

Senin, 25 Juli 2016 – 18:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Semakin banyak kalangan meragukan Basuki T Purnama alias Ahok bakal bisa menang pada pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta tahun depan. Sebab, elektabilitas gubernur incumbent yang lebih beken disapa dengan panggilan Ahok itu terus tergerus.

Yang terkini, survei Indonesian Research & Survey (IReS) menunjukkan Ahok hanya memiliki pemilih loyal 35,5 persen saja. Berdasarkan survei IReS terhadap 1.200 responden di wilayah DKI pada 9-17 Mei lalu, Ahok memang masih memiliki elektabilitas 50,3 persen.

BACA JUGA: Demokrat Gelontorkan Rp 450 Juta untuk Keluarga Korban Brexit

“Namun, pemilih loyal Ahok hanya mencapai 35,5 persen. Sisanya, 14,8 persen mengaku akan berpindah ke calon lain jika ada yang sesuai harapan,” ujar peneliti senior IRes, Indrayadi melalui rilisnya ke JPNN, Senin (25/7).

Indra menjelaskan, survei itu juga memunculkan elektabilitas calon-calon lain beserta pergeseran pemilihnya. Misalnya, Yusril memiliki elektabilitas 15,5 persen, namun 7,1 persen pemilihnya masih bisa berubah.

BACA JUGA: Gembong Minta Ahok Konsisten Independen

Di bawah Yusril ada nama Adhyaksa Dault dengan elektabilitas 4,2 persen. Namun, hanya 3 persen pemilih loyal Adhyaksa.

Elektabilitas Abraham Lunggana alias Haji Lulung juga sama dengan Adhyaksa. Hanya saja, pemilih loyal Lulung hanya 1,8 persen.

BACA JUGA: Yusuf Mansur: Tunggu Aja kali, dikit Lagi

Selanjutnya ada nama Sandiaga Uno (3,3 persen), Tantowi Yahya (2,6 persen) dan Sjafrie Sjamsoeddin (2,1 persen). “Sejumlah nama lain yang juga muncul ke permukaaan tidak mendapat pilihan signifikan dari responden. Sebaliknya, ada 13,8 persen responden yang belum menentukan pilihan saat survei digelar,” sambung Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan, ada 53,3 persen responden yang sudah punya pilihan pasti. Sedangkan 26,8 persen responden masih  labil dan 19,9 persen lainnya tidak menjawab.

“Artinya hampir separuh suara warga DKI masih mengambang. Ini berbeda dengan hasil dari banyak survei yang sebelumnya cenderung menggiring opini bahwa Ahok sulit dilawan,” tegasnya.

Survei IReS juga menyodorkan temuan lain. Yakni tingginya minat warga DKI untuk menggunakan hak pilih mereka pada pilkada tahun depan.

Ada 97,2 persen responden menyatakan akan menggunakan hak pilihnya, sedangkan 2,3 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab. “Jadi hanya 0,5 persen  responden yang mengaku golput alias tidak akan memilih,” tutur Indra.

Survei IReS menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error dalam survei itu adalah 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sedangkan Direktur Riset dan Analisa IReS, Andi Nursaiful, mengatakan, merujuk survei itu ternyata para pemilih Ahok tidak solid. “Bahkan banyak yang mengaku akan pindah ke lain hati,” tuturnya.

Andi menjelaskan, banyak pemilih di DKI yang tak menyukai gaya kepemimpinan Ahok yang kasar dan terkesan arogan. “Sehingga mereka akan berpindah jika menemukan sosok lain merupakan antitesa dari Ahok. Terlebih dengan sejumlah kasus yang menyeret-nyeret nama Ahok, kepercayaan mereka pudar,” ulasnya.(ara/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... PAN Dorong Bu Risma Maju Pilgub DKI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler