Susah Berhenti Total Merokok? Ini Penyebabnya...

Selasa, 08 April 2014 – 14:57 WIB

jpnn.com - NIKOTIN dalam rokok diketahui memang membuat ketagihan. Sebab nikotin memengaruhi fungsi otak, sehingga memberikan sensasi rasa tenang, nyaman dan senang. Bahkan, nikotin disandarkan sejajar dengan kokain dan methamphetamine sebagai obat-obatan yang paling membuat kecanduan.

Karena itu, banyak perokok yang merasa sulit untuk berhenti merokok. Jika berhenti pun, 80 persennya akan kembali merokok dalam waktu kurang dari tiga bulan. Untuk mencari penyebab mengapa para perokok yang sudah berhenti akhirnya merokok kembali, tim peneliti dari University of Pennsylvania pun meneliti  tentang hal tersebut.

BACA JUGA: Sering Bercinta Bisa Atasi Hilangnya Selera Makan

37 perokok aktif berusia 19 hingga 61 tahun diminta untuk melakukan dua kali scan MRI. Scan pertama dilakukan ketika mereka masih aktif merokok. Sementara, scan kedua dilaksanakan ketika para perokok tersebut diminta untuk berhenti merokok sementara.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada otak perokok yang kekurangan nikotin akibat berhenti merokok mengalami pelemahan konektivitas antara jaringan saraf besar. Saraf tersebut yang mengatur motivasi, mood, dan hasrat seseorang. Akibatnya, orang tersebut akan kesulitan untuk mempertahankan niatnya untuk berhenti merokok.

BACA JUGA: Ngetik 60 Menit, Cuma Bakar 34 Kalori

"Penelitian kami menemukan bukti bahwa pada perokok yang baru saja berhenti akan mengalami kesulitan untuk fokus berhenti merokok akibat saraf yang mengatur hal tersebut menjadi lemah karena kekurangan nikotin," kata ketua tim peneliti, Caryn Lerman, seperti dilansir laman Sciencedaily, Senin (7/4).

Hal itulah yang menyebabkan seseorang mengalami gejala putus rokok. Gejala tersebut antara lain susah berkonsentrasi, keinginan yang kuat untuk merokok, mood yang kurang baik, serta berbagai gejala lainnya.

BACA JUGA: Lima Cara Alami Redakan Mulas untuk Bumil

Untuk itu, Lerman menyarankan, agar orang yang ingin berhenti merokok secara total, namun tidak dapat melakukannya seorang diri untuk meminta bantuan kepada dokter.

"Nikotin sudah membuat otak anda menjadi lebih lemah tanpa kehadirannya. Untuk itu, pengobatan intensif bagi mereka yang ingin berhenti merokok sangat dianjurkan," pungkas Lerman.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peneliti Gunakan Kafein untuk Obati Pikun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler