Susah Jadi Polisi Jujur, Naik Pangkat Saja Harus Bayar

Minggu, 17 November 2013 – 20:18 WIB
Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA -- Anggota DPR RI Fraksi Golkar Bambang Soesatyo mengungkapkan saat ini cukup sulit untuk mengubah figur anggota polisi menjadi polisi yang baik dan bebas dari penyimpangan. Menurutnya, internal Polri sendiri sudah menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkan termasuk untuk naik pangkat.

"Kapan kita bisa temukan sosok ideal. Jadi polisi baik juga susah. Kalau bintara mau naik pangkat saja harus bayar. Harus ada modal. Ini yang sering terjadi di kepolisian," ujar Bambang saat menghadiri peluncuran buku "Hoegeng Ppolisi dan Menteri Teladan" di Jakarta Selatan, Minggu, (17/11).

BACA JUGA: Bela Nurul, Akbar Sebut JK Punya Agenda Politik

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, polisi pun tidak mudah untuk bersekolah, karena banyaknya pungutan liar di sana-sini. Jangankan meraih sukses berkarir, bersekolah pun seorang anggota polisi harus mendapat banyak hambatan. Inilah, kata Bambang, yang membuat polisi susah memperbaiki perilakunya. Ia bahkan menyebut polisi saat ini sudah memiliki budaya katak. Yaitu budaya menyembah ke atas dan menginjak yang di bawah.

"Polisi susah untuk sekolah. Kalau mau harus ada uang silahturahmi. Tidak hanya butuh garis tangan, tapi juga campur tangan. Tak cukup campur tangan, tapi juga buah tangan. Udah kita kasih buah tangan, enggak lulus juga, malah jadi lepas tangan. Itu yang sering terjadi," kata Bambang.

BACA JUGA: KPK Janji Beber Aktor Kasus Century

Sama seperti pihak lainnya, Bambang berharap Kapolri Jenderal Sutarman dapat membenahi Polri hingga ke akarnya. Publik, kata dia, berharap banyak pada Jenderal Sutarman. (flo/jpnn)

BACA JUGA: Polisi dan Politisi Bersih, Negara Bebas Korupsi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Isyaratkan Periksa Boediono dan Sri Mulyani untuk Budi Mulya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler