Suzuki Jimny Belum Bisa Diproduksi di Indonesia, Ini Alasannya

Sabtu, 07 Maret 2020 – 03:45 WIB
Suzuki Jimny terbaru. Foto: Ridha/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Suzuki Motors Corporation beberapa waktu lalu telah menunjuk Maruti Suzuki untuk segera memproduksi Suzuki Jimny. Nantinya, Suzuki Jimny akan diproduksi di pabrik Gurgaon, India.

Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, SUV lima penumpang itu dikabarkan akan diekspor ke beberapa negara. Hanya saja, Maruti Suzuki tidak menyebutkan negara mana saja yang akan disasar.

BACA JUGA: Suzuki Jimny Siap Diproduksi di India

Ditunjuknya India untuk memproduksi Jimny, membuat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai APM resmi di Indonesia merasa tertinggal. Padahal beberapa waktu lalu permintaan terhadap Jimny di tanah air ini begitu tinggi.

Lantas apa yang menyebabkan Suzuki Indonesia tidak ditunjuk untuk memproduksi mobil legendaris itu?

BACA JUGA: Antrean Inden Suzuki Jimny Sampai 10 Tahun, SIS Setop Pemesanan

Komisioner PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Soebronto Laras, mengatakan banyak hal yang membuat Jimny tidak bisa diproduksi di Indonesia. Salah satunya mobil berpengerak four wheel drive (FWD) memiliki pajak yang mahal.

"Kalau tetap bertahan dengan Jimny yang sekarang kan FWD. Ya problemnya seperti saat ini. Harga jualnya sangat mahal," ungkapnya saat ditemui di JCC, Senayan.

BACA JUGA: Suzuki Jimny Akan Dijadikan Mobil Komersial di Eropa?

"Kan tidak mungkin kalau Jimny diproduksi di Indonesia berubah jadi 4x2," sambungnya.

Kemudian, kata dia, pabrik Suzuki di Indonesia juga memiliki kapasitas lebih kecil jika dibandingkan di India. Pabrik India bisa dikatakan punya kapasitas yang lebih besar.

"India itu punya kapasitas produksi 2 juta unit mobil. Kalau pabrik Suzuki di Indonesia hanya mempunyai kapasitas produksi kira-kira 240 ribu unit. Itu dua pabrik ya yang di Tambun dan Karawang ya," terangnya.

Jika memang Suzuki Jimny diproduksi di Indonesia dengan sistem penggerak two wheel drive (4x2), nantinya akan seperti Suzuki Katana.

"Kalau memang 4x2 itu nanti seperti Katana. Kan itu beda," katanya. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler