Syarief Hasan: Vaksin Covid-19 Harus Cepat Tersedia dan Terjangkau Rakyat

Rabu, 25 November 2020 – 21:17 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 secara cepat, terjangkau rakyat, dan mengutamakan produk Indonesia. Foto: Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Dr. H. Sjarifuddin Hasan, MM, MBA mengatakan vaksin Covid-19 harus cepat tersedia, terjangkau rakyat, dan prioritaskan produk Indonesia.

Sjarifuddin menyampaikan itu saat hadir secara virtual dalam Diskusi Empat Pilar ‘Harapan dan Optimisme Vaksin Covid-19 untuk Keselamatan Rakyat" di Kompleks Parlemen,, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11).

BACA JUGA: Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka Bagi Semua Negara

Sosok yang kondang dengan nama Syarief Hasan itu mengatakan pandemi Covid-19 harus cepat dihilangkan dari Indonesia.

Sebab, ujar dia, jutaan rakyat kecil dan lemah yang paling tinggi terdampak pandemi Covid-19, makin terpuruk bila angka penyebaran virus masih terus merangkak naik.

BACA JUGA: Jalur Distribusi Vaksin Covid-19 Disiapkan Hingga ke Pelosok

Menurutnya, salah satu yang utama harus dikerjakan pemerintah dalam upaya meminimalisir penyebaran virus adalah dengan mempercepat penyebaran vaksin kepada rakyat. 

“Angin sejuk sempat ada ketika tersirat kabar bahwa vaksin akan siap pada akhir 2020, maksimal Januari 2021.  Namun, kabar terakhir ternyata vaksin akan siap lewat Januari 2021,” katanya.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR: Semestinya Presiden Dorong Segera Temukan Vaksin Covid-19

 


Acara yang mematuhi protokol kesehatan secara ketat ini juga dihadiri anggota MPR Fraksi PAN Hj. Intan Fauzi, SH, LL.M sebagai narasumber, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Daeng Mohammad Faqih, SH, MH juga sebagai narasumber serta puluhan awak media massa nasional.


Lebih jauh, pimpinan MPR dari Partai Demokrat ini menegaskan pemerintah mesti melakukan upaya-upaya lebih keras lagi, agar kendala-kendala yang membuat vaksin terhambat bisa teratasi.  

Selanjutnya, kata Syarief, hal penting yang perlu mendapat perhatian adalah rakyat mudah mendapatkan vaksin. 

Kalaupun ada biaya, Syarief harap bisa dijangkau rakyat kecil atau sekalian saja digratiskan.

"Satu lagi, akan lebih baik vaksin tersebut produksi dalam negeri.  Selain membangkitkan rasa nasionalisme, juga akan menjadi kebanggaan jika vaksin kita itu digunakan negara-negara lain,” ujarnya.

Anggota MPR Fraksi PAN Intan Fauzi mengatakan percepatan pengadaan vaksin memang menjadi harapan besar rakyat. 

Sebab, rakyat sudah sangat tidak berdaya saat ini karena di tengah serbuan virus, roda perekonomian terganggu. 

“Rakyat butuh sehat kembali untuk menjalankan kehidupannya secara normal,” tambahnya.

Namun, lanjut Intan, rakyat mesti banyak bersabar karena perkembangan vaksin saat ini seperti Moderna, Sinovac, Pfizer dan BioNTech masih dalam tahap uji klinis fase ketiga. 

Artinya, ujar Intan, pembuatan vaksin belum selesai, atau masih ada beberapa tahapan yang harus dilewati.

Kompleksnya tahapan-tahapan pembuatan vaksin sampai disebarkan dan digunakan masyarakat luas mesti dipahami publik. 

Di antaranya, begitu vaksin tersedia, maka koordinasi dan sinergi dengan pihak-pihak yang berkompeten antara lain dalam penyiapan jalur distribusi, pengamanan, logistik dan teknis vaksinasi massalnya sangatlah penting.

Menurut dia, bisa dibayangkan Indonesia yang sangat luas, pasti memerlukan sarana transportasi yang memadai dan sesuai dengan kondisi alam daerah yang dituju. 

"Belum lagi penyediaan tenaga-tenaga medisnya. Hal tersebut mesti diperhatikan secara serius agar upaya besar pemerintah dalam melakukan vaksinasi untuk meminimalisir bahkan memutus penyebaran pandemi menjadi lancar dan sesuai target,” katanya.


Intan setuju dengan harapan Syarief Hasan bahwa vaksin diberikan gratis untuk rakyat atau dilakukan subsidi silang. 

“Saya juga setuju kedepankan vaksin produksi dalam negeri atau vaksin merah putih, namun kenyataannya memang tidak semudah yang dikira," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi saat ini vaksin nasional itu masih dalam uji klinis fase pertama.  Jadi perjalanannya masih panjang. "Prediksinya, baru pada akhir 2021 tersedia," terangnya.

Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng Mohammad Faqih mengatakan bahwa vaksinasi adalah upaya tepat dalam membentengi diri dari serbuan virus corona, dan ujungnya adalah hilangnya pandemi secara keseluruhan.

"Mengapa vaksin menjadi harapan kuat, karena vaksin hadir melalui berbagai proses uji klinis yang sangat ketat dan pengedarannya sudah melalui uji di Badan POM," kata Daeng.

Menurut Daeng, hal ini penting disosialisasikan di tengah-tengah ramainya informasi-informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan seputar obat Covid-19. 

"Saya mengajak masyarakat untuk bijak dalam mencernanya terutama di media sosial," serunya.

Intinya, lanjut Daeng, pandemi Covid-19 menyadarkan bangsa ini bahwa kesehatan adalah anugerah yang harus dijaga. 

"Untuk itu, seraya menunggu vaksin beredar, mari kita jaga diri dan keluarga.  Patuhi protokol kesehatan, selalu hidup bersih dan sehat, serta jangan lupa berdoa untuk keselamatan semua," ucapnya. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler