Tabrak Truk Bermuatan Bambu, Mayor Arm Ardi Meninggal Dunia

Minggu, 09 September 2018 – 03:14 WIB
Mayat. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MUARA ENIM - Kodam II/Sriwijaya, kehilangan salah seorang prajurit terbaiknya.

Wakil Komandan Bataliyon (Wadan Yon) Armed 15/105 Tarik Martapura, Mayor Arm Ardi (34), meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, Kamis (6/9), sekitar pukul 23.30 WIB.

BACA JUGA: Avanza Disambar KA, Sopir dan 2 Penumpang Selamat dari Maut

Mobil dinas Mitsubishi Strada Triton nomor registrasi 7348-II yang ditumpanginya, menabrak bagian belakang truk bermuatan bambu yang berhenti di kiri badan jalan. Kejadiannya di jalan lintas Baturaja-Prabumulih. Tepatnya di Dusun 3, Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Malam itu, Mayor Ardi dalam perjalanan dari Martapura ke Palembang. Informasinya hendak menghadiri acara pengundian lomba Olahraga Militer (Oramil) antar satuan, dalam rangka HUT TNI. Mobil double cabin hijau itu disopiri Pratu Heru Kuncuro. Turut di dalamnya, istri dan anak kedua Mayor Ardi, Paizah Diah Pratiwi (32) dan Hafi (2).

BACA JUGA: Dua Pengedar Narkoba Ini Simpan Sabu-sabu di Balik Bra

Di lokasi kejadian yang berupa jalan lurus dan cukup gelap, Pratu Heru diduga terkejut ada truk berhenti di depannya. Truk nopol BG 8074 VA yang disopiri Yesi Candra itu, bermuatan bambu yang ujungnya sampai menjuntai melebihi batas bak truk. Upayanya mengerem dan menghindar, tak berhasil.

Ujung bambu yang menjuntai itu menembus kaca depan mobil. Mayor Ardi yang duduk di kiri depan, terkena bambu di bagian wajah. Sedangkan istrinya, Diah yang duduk di bangku belakang, luka di dahi. Sedangkan Hafi, lecet di bahu. Pratu Heru, mengalami luka lecet dan benturan.

BACA JUGA: Pengendara Tewas Dilindas Truk, Kepala Korban Remuk

“Korban meninggal dunia atas nama Mayor Ardi. Sopir mobil dan dua penumpang lainnya, sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Beringin,” terang Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Adik Listiyono SIK, kemarin (7/9).

Pascakejadian, disebutnya petugas terdekat dari Polsek Lubai dan Subdenpom II/4-1 Prabumulih langsung meluncur ke lokasi kejadian. Para korban selamat dirujuk ke RS Bunda Prabumulih. Termasuk dibawa jenazah Mayor Ardi.

Kemarin, petugas Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel dipimpin AKBP Aspan melakukan Olah TKP menggunakan alat Traffic Accident Analysis (TAA). “Diduga mobil Triton dalam kecepatan tinggi dan sopirnya kurang konsentrasi. Kami juga masih menyelidiki apakah truk itu memasang tanda, saat berhenti di lajur kiri badan jalan,” pungkasnya.

Kepala Seksi Humas Ar-Bunda Kota Prabumulih, Martini, membenarkan ada korban laka lantas yang dibawa ke rumah sakitnya. Atas nama Mayor Arm Ardi, Wakil Danyon Armed 15/105 Tarik Martapura. “Datangnya sekitar pukul 02.00 WIB,” terang Martini, kemarin.

Namun disebutnya, kondisi korban sudah meninggal dunia. Jasadnya kemudian dibawa ke RS RK Charitas Palembang menggunakan mobil ambulans. Istrinya, Diah dibawa ke RS Ar-Bunda Prabumulih dalam kondisi tak sadarkan diri.

“Tapi pagi tadi (kemarin, red), kondisinya sudah mulai stabil dan bisa berkomunikasi. Sekitar pukul 08.00 WIB, dirujuk ke RS AK Gani Palembang oleh dokter bedah,” sebutnya. Untuk dua pasien lagi, Pratu Heru dan Hafi, disebutnya hanya luka-luka lecet.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Djohan Darmawan, ketika dihubungi tadi malam, mengatakan jasad almarhum Mayor Arm Ardi sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Padang. Menggunakan pesawat komersil, berangkat dari Bandara SMB II Palembang pukul 12.30 WIB. “Transit ke Jakarta dulu, baru ke Bandara Minangkabau,” ujar pria kelahiran Padang itu.

Sebelumnya, di RS RK Charitas dilakukan pelepasan secara militer. Pemakaman di Padang nantinya juga secara militer. Untuk kasus kecelakaan itu sendiri, disebutnya ditangani polisi militer dan pihak kepolisian. “Istri dan anak almarhum masih dirawat di RS AK Gani,” kata Djohan, yang mengaku baru sampai di Lahat, tadi malam.

Di bagian lain, kepergian mendadak Mayor Arm Ardi, begitu dirasakan bawahannya. Pasi Intel Yon Armed 15/105 Tarik Martapura, Lettu Arm Budi Utomo. Mayor Arm Ardi disebutnya baru dua tahun bertugas sebagai Wadan Yon Armed 15/105 Tarik Martapura.

“Alhamrhum sangat baik dan supel dengan bawahan. Jadi begitu kami mendapat kabar kejadian itu, langsung mengabari semuanya. Termasuk Danyon,” tutur Budi.

Bahkan sebelum almarhum berangkat ke Palembang, Budi sempat bertemu di markas komando mereka. Tidak ada yang aneh, semua terlihat biasa-biasa saja. “Namun almarhum ada menitip pesan kepada saya, katanya hati-hati ya. Saya jawab mohon doa restunya komandan,” kenang Budi.

Budi sendiri kemarin juga langsung ke Palembang, namun dia tidak ikut mengawal jenazah atasannya itu ke Padang. “Saya di Palembang mengurus yang disini, karena istri almarhum juga dirawat. Sedang dioperasi. Jadi saya tidak bisa berangkat,” ungkapnya. (sal/way/chy/air/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjahat Kambuhan di Muara Enim Tewas Ditembak Polisi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler