Tagar #WadasMelawan Bergema di Media Sosial, Aliassa Wahid Berkomentar Keras

Rabu, 09 Februari 2022 – 10:37 WIB
Koordinator Jaringan Nasional Gusdurian Indonesia Alissa Wahid (ANTARA/HO-BNPT)

jpnn.com, JAKARTA - Tagar #WadasMelawan menggema di media sosial, terutama di Twitter.

Hal ini menyusul aksi penolakan pengukuran lahan yang akan digunakan untuk proyek pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Komnas HAM Pastikan Bakal Terus Mengawal Konflik Desa Wadas

Bahkan, pasukan gabungan yang terdiri dari TNI dan polisi diterjunkan ke Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, mengawal proses pengukuran lahan dan mengamankan puluhan orang saat melakukan penolakan pengukuran lahan tersebut.

Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau yang lebih dikenal Alissa Wahid juga ikut mengomentari hal tersebut.

BACA JUGA: Desa Sempat Wadas Mencekam, 23 Warga Bersenjata Tajam Ditangkap Polisi

Melalui akun pribadinya di Twitter @AlissaWahid, putri sulung Gus Dur itu menyatakan atas nama Gus Durians, dirinya meminta Kapolda Jawa Tengah untuk membebaskan warga Wadas yang ditahan.

Tak hanya itu, dia bahkan menandai akun twitter Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam cuitannya.

BACA JUGA: Desa Wadas Sempat Mencekam, Ganjar Pranowo Diminta Turun Tangan

"Atas nama @GUSDURians, kami meminta Kapolda Jateng untuk membebaskan warga Wadas yang ditahan dan meminta kepada Gub Jateng pak @ganjarpranowo untuk menunda pengukuran dll sampai kita selesai bermusyawarah, dan menghindarkan clash antara rakyat dengan aparat negara," tulis Alissa Wahid sebagaimana dikutip JPNN.com, Rabu (9/2).

Padahal, lanjutnya, kalaupun untuk kepentingan lebih besar, rakyat tetap berhak berpendapat dan bertindak atas tanah airnya.

"Sehingga proses "nembung" harus sampai di titik temu yang setara tidak boleh dikorbankan," lanjutnya.

Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI) itu menyebutkan kebijakan pemimpin haruslah ditujukan untuk kemaslahatan rakyat.

"Berapa banyak rakyat kecil yang sudah dikorbankan atas nama pembangunan?," ujar Alissa Wahid.

Dia juga mengaku sampai saat ini setiap kali berada di Bandara Kulonprogo selalu mengirim bacaan Surah Al-Fatihah untuk kemaslahatan keluarga yang dulu berjuang pertahankan tanah airnya.

BACA JUGA: Pernyataan Menyejukkan dari Sultan Ternate soal Bentrokan Berdarah di Pulau Haruku

"Semoga mereka baik-baik saja. Sampai kapan terus berulang?," pungkasnya.

Diketahui, warga Wadas menolak penambangan batu andesit untuk proyek stategis nasional (PSN) Bendungan Bener sejak 2016.

Pada Selasa (8/2), ratusan aparat kepolisian dengan senjata lengkap mengawal pengukuran lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. (mcr8/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler