Tahukah Anda, Meditasi Bisa Kurangi Risiko Terkena Jantung

Kamis, 02 November 2017 – 11:20 WIB
Ilustrasi. Meditasi. Foto IST

jpnn.com - Meditasi bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung saat digabungkan dengan perubahan gaya hidup atau obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

American Heart Association (AHA) menekankan bahwa manfaat meditasi memang belum ditetapkan secara jelas, karena penelitian pada umumnya terlalu kecil, singkat atau tidak dirancang untuk menarik kesimpulan yang luas.

BACA JUGA: Benarkan Meditasi Bisa Menyebabkan Perasaan Negatif?

"Namun, tinjauan penelitian AHA menyimpulkan bahwa meditasi mungkin memiliki beberapa manfaat selain mengurangi stres saja. Meditasi bisa dianggap sebagai intervensi gaya hidup tambahan pada mereka yang tertarik dengan praktik ini," kata ketua gugus tugas AHA mengenai pedoman praktik klinis, Dr. Glenn Levine, seperti dilansir laman Lifescript.

"Kami tidak percaya meditasi harus dilakukan sebagai pengganti intervensi gaya hidup dan pengobatan yang mapan dan direkomendasikan," tambah Levine.

BACA JUGA: Meditasi Bisa Meningkatkan Aliran Darah ke Otak

Praktik meditasi dimulai sejak 5000 SM. Sementara meditasi dikaitkan dengan filosofi dan agama tertentu, sekarang ini dipraktikkan oleh orang-orang dari banyak lapisan masyarakat sebagai cara untuk memperbaiki fokus dan relaksasi, Levine dan rekannya mencatat dalam Journal of the American Heart Association.

Pedoman tersebut tidak membahas praktik tubuh-pikiran seperti yoga dan tai chi karena aktivitas fisik dalam pencarian ini telah terbukti membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

BACA JUGA: Manfaat Meditasi Bagi Usia Lanjut

Sebaliknya, AHA berfokus pada meditasi duduk, termasuk berbagai bentuk umum seperti Samatha, Vipassana (Insight Meditation), Meditasi teliti; Meditasi Zen (Zazen), Raja Yoga; Loving-Kindness (Metta), Meditasi transendental dan Respon Relaksasi.

Bentuk meditasi yang tidak aktif ini mungkin terkait dengan penurunan tingkat stres, kecemasan dan depresi dan peningkatan tidur serta kesejahteraan secara keseluruhan.

Meditasi juga bisa membantu menurunkan tekanan darah, namun belum cukup bukti untuk menunjukkan apakah atau berapa banyak tekanan darah yang mungkin turun untuk individu.

Beberapa penelitian juga menyarankan bahwa meditasi bisa membantu orang berhenti merokok.

"Meditasi bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan melawan dampak stres pada tubuh," kata Dr. James Stahl, seorang peneliti di Geisel Medical School di Dartmouth College dan di Dartmouth-Hitchcock Medical Center di Lebanon, New Hampshire.

Ketika seseorang mengalami stres, respons orang tersebut bisa menyebabkan pelepasan hormon stres serta lonjakan tekanan darah, detak jantung, konsumsi oksigen dan pelepasan bahan kimia peradangan ke dalam tubuh.

Meditasi juga bisa memicu kebalikan dari respons fight or flight, mendorong tubuh untuk memperlambat dan memperbaiki faktor risiko penyakit jantung seperti masalah metabolik atau pembengkakan.

Beberapa pasien bahkan mungkin bisa mencoba meditasi bersamaan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup.

"Dengan latihan rutin, meditasi juga bisa membantu meningkatkan kualitas hidup, terutama aspek emosional dan spiritual," kata Bei-Hung Chang, seorang peneliti di University of Massachusetts Medical School di Worcester yang tidak terlibat dalam panduan ini.

Meditasi umumnya memiliki risiko rendah dan biaya rendah. Setelah belajar, teknik ini bisa dipraktekkan kapan saja dan di mana saja dan diintegrasikan ke dalam cara hidup seseorang.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Tips Meningkatkan Kesehatan Otak


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler