Tahun Depan Semarang Bakal Punya Politeknik Pekerjaan Umum

Kamis, 27 Desember 2018 – 21:36 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir di Kantor Gubernur Jatim. Foto: Humas Kemenristekdikti

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Universitas Diponegoro bekerja sama mendirikan Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Jawa Tengah.

Menristekdikti Mohamad Nasir mendukung didirikannya Politeknik PU untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pekerjaan umum dan konstruksi yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.

BACA JUGA: Ayu Banget, Muslimah Bantu Pendeta Sediakan Sajian Natal

“Pengajuan pendirian Politeknik PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya bidang konstruksi. Lulusan Poltek PU diharapkan tidak cukup memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi” ujar Menteri Nasir di Jakarta, Kamis (27/12).

Pada kesempatan tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan untuk tahap awal, Politeknik PU akan memiliki 3 Program Studi, diantaranya Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan.

BACA JUGA: Dirjen Penguatan Inovasi: Hasil Riset Jangan jadi Sampah

Mahasiswa Politeknik PU berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR, tenaga kerja konstruksi dan mahasiswa dari jalur umum. Tahun 2019 akan dimulai penerimaan mahasiswa sebanyak 50 orang setiap jurusan sehingga total 150 orang.

“Kami bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam pendirian Poltek PU. Selain itu kami juga bekerja sama dengan IHE Delft Belanda untuk penyusunan kurikulum dan tengah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyediaan laboratorium,” kata Menteri Basuki.

BACA JUGA: Menristekdikti Dorong Percepatan Sertifikasi Profesi Akuntan

Lokasi kampus Politeknik Semarang akan menggunakan Balai Ujicoba Sistem Diklat Perumahan dan Permukiman di Tembalang, Semarang.

Sementara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Lolly Martina Martief dalam laporannya menyampaikan saat ini industri konstruksi membutuhkan banyak tenaga kerja konstruksi.

Namun demikian dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia sekitar 8,1 juta orang, 74% merupakan’ unskilled labour ‘dengan pendidikan di bawah jenjang SMA. Dari jumlah tersebut baru 485.534 orang (5,97%) yang memiliki sertifikasi kompetensi.

“Dengan kondisi tersebut, hal ini mendesak peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi dari unskilled labour menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil, salah satunya dengan pendirian Politeknik PU,” jelas Lolly.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro M. Agung Wibowo menyatakan bahwa Undip siap bekerja sama dalam pengembangan Politeknik PU. Pengembangan Politeknik PU diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga mampu menjadi institusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Publikasi Internasional Diwarnai Kecurangan


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler