Tak Ada Ampun, Iraq Gempur Basis Deklarasi ISIS

Senin, 20 Maret 2017 – 23:09 WIB
Serangan Irak di Mosul. Foto: The Star Online

jpnn.com, MOSUL - Posisi militan Islamic State (IS) alias ISIS kian terpojok.

Pasukan Iraq yang didukung Amerika Serikat sedikit demi sedikit berhasil menguasai wilayah di sekeliling Kota Mosul.

BACA JUGA: Anggota ISIS Nyamar Jadi Dokter, Tembak 38 Orang

Kemarin (19/3) mereka sudah mendekati Kota Tua Mosul, tempat Masjid Al Nuri berdiri.

Masjid tersebut dipakai Abu Bakr Al Baghdadi untuk mendeklarasikan berdirinya ISIS pada 2014.

"Polisi federal dan pasukan respons cepat kembali menyerang setelah sempat menghentikan operasi karena cuaca buruk. Mereka menargetkan mengambil alih sisa Kota Tua (Mosul)," bunyi pernyataan pihak kepolisian Iraq.

Serangan darat dilakukan dari sisi barat. Sedangkan pasukan udara menembaki pasukan ISIS dari atas helikopter dengan senapan serbu dan bom.

Mosul adalah basis terakhir ISIS yang paling besar. Kekalahan di Mosul akan menjadi pukulan telak bagi militan sadis yang kerap memenggal kepala sanderanya tersebut.

Hampir seluruh wilayah di timur dan barat Mosul sudah dikuasai pasukan Iraq.

Serangan terakhir kali ini difokuskan untuk mengambil alih Masjid Al Nuri.

Bendera hitam milik ISIS masih berkibar di masjid tersebut.

Diperkirakan, masih ada sekitar 2 ribu pasukan ISIS yang bertahan di kota terbesar kedua di Iraq itu.

Mereka melawan dengan serangan mortir, sniper, dan bom mobil yang diarahkan ke pasukan Iraq.

"Perlawanan mereka melemah. Kebanyakan mereka menggunakan bom mobil dan itu menunjukkan mereka telah kalah di darat," jelas petinggi kepolisian Iraq Jenderal Khalid Al Obedi.

Pasukan Iraq juga berhasil menangkap Husam Sheet Al Jabouri.

Dia adalah pemimpin Diwan Al Hisba di area Bab Al Sijin, Mosul.

Itu adalah unit ISIS yang bertugas menerapkan aturan Islam yang sangat ketat.

Penduduk yang terjebak di antara peperangan berusaha melarikan diri dengan membawa tas dan barang seadanya.

Mereka berlindung di antara bangunan yang hancur untuk menghindari peluru yang berseliweran.

Mayoritas yang terjebak adalah perempuan dan anak-anak. Diperkirakan, ada 600 ribu warga yang masih berada di Mosul.

Lebih dari 150 ribu penduduk telah melarikan diri dari Mosul dan sekitarnya sejak operasi untuk mengambil alih sisi barat Mosul dilakukan pada 19 Februari lalu.

Dua pertiga di antaranya berlindung di kamp-kamp yang sudah disediakan di kota-kota terdekat yang aman.

"Ini sangat buruk. ISIS telah menghancurkan kami. Tidak ada makanan; tidak ada roti. Benar-benar tidak ada apa pun," ungkap salah seorang penduduk Mosul yang berhasil melarikan diri. (AFP/Reuters/AlJazeera/sha/c9/owi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler