Tak Akan Tambah Jumlah Pengamanan, Ahok: Mau Ngajak Berantem?

Kamis, 03 November 2016 – 01:01 WIB
Basuki Tjahja Purnama. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama blusukan ke Jalan Ayub, Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (2/11).

Di tengah-tengah melakukan blusukan, pria yang karib disapa Ahok itu mendapat penolakan dari puluhan warga.

BACA JUGA: Bareskrim Sita Rp 15 M dari 17 Rekening Penampung Pungli Pelindo III

Para warga yang menolak itu melakukan aksi demonstrasi. Mereka menolak kehadiran Ah‎ok terkait dengan penistaan agama yang diduga dilakukan mantan Bupati Belitung Timur itu.

Setelah ada penolakan dari warga, Ahok dievakuasi ke Polsek Kebon Jeruk. Suami Veronica Tan itu dibawa ke sana dengan menumpang angkot nomor M 24.

BACA JUGA: Bareskrim Segera Serahkan Dua Mantan Petinggi Pelindo II ke Jaksa

Namun, kejadian itu rupanya tak membuat Ahok ingin menambah jumlah pengamanan saat melakukan blusukan.

"Ditambah mau ngapain? Mau ngajak berantem gitu?" kata Ahok.

BACA JUGA: Fadli Zon: Setop Impor Cangkul!

Ahok mengaku, tidak takut dengan penolakan yang dilakukan warga ketika ia blusukan ke Rawa Belong.

"Saya kira negara tidak boleh takluk pada premanisme," ucapnya.

Menurut Ahok, penolakan tersebut telah mencederai demokrasi.

"Masyarakat semua terima kok, masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang meneriak-neriakan itu," kata Ahok. ‎(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Usai Diperiksa KPK, Kajati Sumbar Tutupi Muka dengan Buku


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler